Diberdayakan oleh Blogger.

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

CATEGORY >

3 bulan.
3 kali kecewa.
3 kali sehari menangis dalam 3 hari.

Harusnya angka 3 jadi angka keberuntungan, menurut orang tanggal lahir kita menyematkan keberuntungan untuk kita sendiri.

Tapi diantara 3 yang tak enak, mungkin aku sudah punya sekitar 300 kenangan bahwa aku pernah tersenyum karnanya.

3 yang terakhir itu fatal, katanya kalo sampai ke 4 terulang, aku lebih bodoh, dari orang bodoh, entah harus kunamai apa.

Ada keinginan yang sangat bodoh, yaitu mempercayainya lagi. Entah dengan didasari apa. Dengan indikator apa. Dengan kebijakan macam apa. Aku memaafkannya.

Harusnya, dan jadi suatu yang lumrah bila aku menyupahinya dengan sumpah serapah super mengerikan misalnya impotensi atau tak bisa ereksi.
Pasalnya yang dia lakukan, sungguh, sangat, amat, fatal, dan bodoh.
Naasnya lebih bodohnya lagi kini aku memilih kembali lagi padanya.

Seminggu ini kuputuskan kembali padanya, dan ingin menempatkan diri seolah tak ada apa-apa tak pernah terjadi apapun. Seolah kita masih bisa tertawa bahagia seperti sedia kala, saat aku tak tau bahwa aku sedang di khianati dari belakang.
Dan proses itu sungguh aneh. Proses menjadi biasa saja seperti sedia kala.
Proses terakhir yang aku inginkan sepertinya bukan ini, aku pernah bilang "melupakannya butuh proses, proses yang tak perlu dinikmati dan harus dilakukan secepat mungkin".

Kini aku merasa mengambang. Antara meyakinkan diri sendiri bahwa aku sayang atau benci pun tak bisa aku lakukan.

Baru saja aku bilang, selama ini aku merasa aku berjuang sendirian. Dia tidak terima pernyataanku. Dia pikir dengan dia yang sudah masuk ke duniaku, dia sudah berjuang, karna menyayangiku.

Tapi taukah?
Siapa yang meyakinkan keluargaku bahwa dia adalah orang baik?
Siapa yang mengenalkan pada temanku, bahwa akhirnya dia lah yang aku pilih, karna dia terbaik?
Siapa yang memperbolehkan dia datang ke keseharianku, agar semua orang tau, aku sudah punya dia?
Siapa yang mengizinkan dia mendatangi rumah dan tempat-tempat yang aku suka?
Siapa kalau bukan aku sendiri orangnya?  Lantas, dimana perjuangan yang dia lakukan?

Selain..
Bilang pada orang lain bahwa aku adalah teman atau adiknya?
Saat bersamaku, dia berusaha mengumpatkan kehidupan pribadinya dari wanita lain yang dia kejar?
Saat ingin menjemputku, dia bilang pada wanita lain bahwa dia akan menjemput ayahnya?
Saat wanita lain ingin meminta dia menjemput, dan saat itu dia sedang bersamaku, maka dia akan bilang bahwa dia sedang ada urusan dengan saudaranya?
Atau mencari kesenangan lain dibelakangku?
Mengobral janji pada wanita lain bahwa dia akan selalu ada disampingnya?
Meminta maaf berkali-kali kepadaku, dan mengucap janji-janji lagi kepadaku?
Kurasa, itu perjuangannya.

Pasti lebih sulit yang ia jalani, harus berpura-pura dengan beberapa peran, sedangkan aku dengan mudahnya tanpa berbohong menjadi apa adanya dimatanya.
Ah... Harusnya aku mengerti, sungguh lelah berada di posisinya untuk selalu menjadi aktor yang berharap dapat penghargaan atas aktingnya yang memukau.

Tuhan.. Dari reruntuhan yang tersisa, apa yang bisa aku bangun?

Apa aku harusnya membiarkan reruntuhan itu, atau berusaha membangunnya kembali?

Tuhan.. Apa bukan dia orangnya, pengganti mereka yang pergi dari sisiku, atau aku meninggalkannya karna alasan tertentu?

Tunjukilah jalan..
Apakah dia orangnya?
Dia yang bilang menyesali perbuatannya?
Dia yang bilang takkan mengulanginya?
Dia yang bilang menyayangiku?
Dan
Dia yang 3 kali menyakitiku?

Share on:

Kadang suka ngerasa gak sih, kita persiapin sesuatu, tapi kita suka lupa justru waktu yg kebuang buat persiapan bikin kita jadi keteteran?

Contohnya pagi ini..
Semalaman gue ngapalin presentasi sampe bener-bener pembahasan di luar kepala semua, gue tidur jam 2 pagi.
Bangun subuh, terus sholat.
Abis sholat main game niat biar ga ngantuk tapi apalah daya mata ga kuat dan akhirnya ketiduran.
Tetiba nyokap teriak buat gue matiin lampu kamar dan kamar mandi dikamar gue yang lupa gue matiin, pas abis matiin niatnya mau tidur lagi, tapi pas liat jam 07.19, seketika langsung loncat dari kasur dan langsung mandi.
Dan kuliah gue jam 08.00

Jam 07.30 gue langsung pesen Uber, gue sih tau kalo dosen hari ini suka ngaret tapi gimanapun kan gue mau maju presentasi. Akhirnya gue kebirit-birit siap-siap.
3 menit kemudian gue dapet driver, dan saat itu gue mulai tenangan.
Sambil nunggu uber dan pake kerudung, gak lupa gue masih ngasah ingatan gue buat presentasi.

15 menit berlalu gue pun sms si driver nanya keberadaannya, tp gak dibls.
Yaudah akhirnya dgn sisa-sisa pulsa sambil keringet dingin gue nelpon si driver:
"halo, saya yang pesen uber, bapak dimana ya?"
Dia jawab dgn latar yg berisik bgt menandakan dia lagi di jalan
"aba aku aba aba aba tugu tar" jawabnya.
Karna pas gue liat fotonya masih muda gue putusin buat manggil mas aja.
"mas ngomong apa?  Posisi dimana mas?  Biar saya arahin"
"aba ata uta tugu uta tata" jawabnya.
Keringet gue makin ngucur, emosi mulai tumbuh "mas ngomong apaa? Mas dimanaa?  Duh saya nih buru-buru jgn becanda!"
"aba ta sa ja kha ho" jawabnya. (ngetik ngasal saking gatau dia ngomong apa)
AH!
Gue langsung matiin telpon dan pindah ke depan rumah karna gue pikir signal bermasalah.
Gue kembali sms, tapi balesannya gitu. Ngeselin.
Gue sms lagi dan dia akhirnya jawab dia bilang "aku kalibata raya"
Pengen nangis sih asli.
Gue mulai kesel dan buka aplikasi ojek lain, naasnya, karna itu senin pagi, jam sibuk, gada yg ambil order gue.
Gue kembali nelpon si abang uber.
"mas dimana sumpah kalo nyasar kasitau, saya buru-buru banget"
"aba baga baga baga tugu tugu haba"
AMIIIIIITTTTAAAAAAbacan.....
Emosi sampe ubun-ubun, sedangkan harapan gue untuk sampe ke kampus cuma dia..
Gue matiin telponnya, bahkan itu udh jam 8 lewat.
Yang ketiga gue telpon gue mulai sewot terus pas gue baru ngomong langsung keputus, pulsa gue abis.
Di sms dia bales dan malah nanya "kamu dimana?"
Gue yang nunggu depan pager saat itu beneran emosi, gabut dsb.. Sampe beli susu kotak 2x dan naasnya susunya tumpah ke kertas pegangan point presentasi gue, akibat gue marah-marah.
Gue pun menjalani smsan lolot dengan si driver. Sambil pengen nangis garuk-garuk aspal.
Dan dia 2x bales "aku udah disini" sedangkan gue nunggu dia geleprak di depan pager dan gak ada siapa-siapa.

Akhirnya gue bete dan pasrah, sambil terus nyoba cari transportasi lain, namun nihil.
Gue pun make headset sambil menyedihi nasib gue pagi itu.
Pas lagi denger lagu, tetiba ada suara masuk di sela-sela lagu "TA TA TA TA"
spontan gue lepas headset dan nengok ke sumber suara.
Terlihatlah, sosok driver uber lengkap dengan atribut uber menggunakan motor Honda Revo.
Dia teriak teriak nengok kanan kiri sambil teriakin nama gue
"ITAN ITAN ITAN ITAN ITAN!"
Itu terjadi di sepanjang gang rumah gue, diiringi para tetangga yang ngeliat keheranan.

gue bengong. Gatau harus apa.

Akhirnya gue bangun dan berentiin dia "saya intan mas"
"Itan? Hah hemu ga" jawabnya
Dan ternyata dia tuna wicara tp masih dibilang cuma gagap....
Yang tadinya mau marah, akhirnya gak jadi.

"Itan mo mana" tanya dia
"IISIP mas, lenteng agung. Buru mas saya udh telat bgt"
"mau huhiah? Mahahiwa? Hahi mahahiwa haus habah, hahi mahet" kira-kira gini translatenya "mau kuliah? Mahasiswa? Jadi mahasiswa harus sabar, tadi macet"
Gue senyum dan gue bilang
"duh iya iya mas. Sekarang jalan ya sumpah ga boong saya buru-buru"
"yauda aik!" jawab dia sambil setengah ketawa.

Di daerah Pasar Minggu dia nanya
"mauk ham heraha?"
karna gue budek gue ngulang pertanyaan dia, "mau apaan mas?"
"hamu mauk ham heraha?!" katanya setengah teriak. Translatenya "kamu masuk jam berapa?"
"jam 8 mas! Sekarang jam 08.40 telatnya pake banget!" jawab gue.
"ohe hegang gan!" translatenya "oke pegangan!" tapi nada dia masih bersahabat bikin gaenak gue udh marah-marah ke dia.

Dijalan dia bener-bener ngebut dan gue berhasil sampe kampus jam 08.50.
Abis ngasih ongkos, gue langung lari secepat mungkin.
Dia teriak "HA I HA I ITAN" maksunya bilang hati-hati......
Gue jawab "oke makasih mas!" sambil teriak dan lari.

Sampe kelas dosen belum dateng

Ternyata kelompok gue maju ke 2

Pas mau maju ternyata waktu gak cukup

Terus presentasinya minggu depan

Dan

Hari itu kuliah gue cuma itu doang.....
.
.
.
.
Seketika pengen nangis, sambil tiduran, dikipasin sama Alex Turner.
.
.
.
Makasih mas uber, udah sabar.
Dengan segala kekurangan, masih mau bekerja.
Maafin saya nyolot ke masnya.
Sehat dan sukses selalu mas.
:)

Jam 18.30 - 19.15 ada nomer yang sama telponin gue sampe 15x. Nomer mas itu.

Jam 20.15 dia nelpon lagi gue angkat telponnya
Di telpon dia ngomong gak jelas lagi.
Gue sms "kenapa?"

Jawabnya,
"Aku karet bivak"
Sms selanjutnya
"kamu dimana?"

Bodo amat ah mas :)

Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • INSTAGRAM : PETUNIAINTAN.
  • Perangkai kata, dibalik lensa.
140x140

INTAN CHARISMA

penjagalaxy

Cari Aku!

Instagram: Petuniantan
Instagram Portfolio: jepretanintan & Photolicious.Jakarta

facebook.com/pettuniaintan

Twitter: IntnKD

Lineid: Intnkd

Snapchat: Pettuniantan

Path: IntanKharisma

Mail: pettuniaintan@yahoo.com
pettuniaintan@gmail.com


Facebook Twitter Gplus RSS
latest posts
latest comments

Search

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  Oktober (3)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (4)
  • ▼  2016 (27)
    • ►  Desember (2)
    • ▼  November (2)
      • Tiga
      • Mas Nguber
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (9)

Popular Posts

  • Sudut yang Temaram
    Sudut gelap kamar itu adalah aku Yang panjang menjuntai kedepan, dan lebar kebelakang, ia ada ditengah, berdebu tebal, bersiku kokoh namun t...
  • Raya Ketiga Tanpa Mama
    Saya berdiri lagi, sendiri, menepi. Sebentar lagi raya ketiga, tanpa Mama. Hari ini mendung disertai hujan, saya lihat sekeliling, merasa ad...
  • Mas Nguber
    Kadang suka ngerasa gak sih, kita persiapin sesuatu, tapi kita suka lupa justru waktu yg kebuang buat persiapan bikin kita jadi keteteran? ...
  • Memo Kematian Diri
    Jelaga, ceria, aurora, mega, kelabu, biru. Kau ajari aku. Terbata aku mengeja Bagaimana kau tuntun aku membaca "Ini adalah warna.. ...
  • Pembunuh Senin
    Ini cerita tentang wanita yang ingin membunuh senin. Aku tau betul wajahnya yang selalu terlihat muram. Ia berkata ia juga tau betul banya...
  • Ber
    September Oktober November Desember Ber. Belasan bahkan puluhan tahun yang lalu, mereka menandai bulan-bulan Ber, dengan langit teduh, ...
  • 24 Mei 2023
    Saya merasa saat orang lain dengan sadar dan sengaja menyakiti saya, umumnya mereka enggan mengucap maaf yang tulus. Tiada gestur menyesal, ...
  • Tentang Kampus Tercinta
    Kampus Tercinta. Kampus kecil di Jakarta Selatan tepatnya di Lenteng Agung. Gue mulai kisah awal gue disini. Tepat September 2014 gue mula...
  • Besok Punyaku
    Matahari pagi membawa lagi namamu Tak ada air mata keluar, lambat laun kenyataan telah menyadarkanku, sesungguhnya hingga hari ini aku dapa...

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

  • Home
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates