Ini cerita tentang wanita yang ingin membunuh senin.
Aku tau betul wajahnya yang selalu terlihat muram.
Ia berkata ia juga tau betul banyak wajah dengan irama membenci melihatnya, yang setelah ku ketahui wajah-wajah Itu berasal dari tempatnya sendiri.
Ia menggenggam benci ditangannya, hingga berdarah pula telapaknya.
Namun tak berani ia menaruh diwajahnya, ia yakin Tuhan masih menanamkan cinta pada dirinya.
Kutanya mengapa ia ingin membunuh senin, sebab senin membawanya pada ketakutan, dan ia tau banyak orang yang turut membencinya.
Di sudut matahari senin, tak ada tenaga matahari melawannya, dan langitpun hitam pekat.
Ia berjalan bersama terpaan hujan dan kilatan guntur langit, dengan tangan yang berdarah dia menyusuri jalan, membuatnya jadi merah.
Seakan semua makhluk membenci, dan dia harus angkat kaki dari bumi.
Tentu ia lupa, bahwa ada kenangan baik penuh sukacita dibelakangnya, menyentuh kepalanya untuk kembali.
Namun tentu bukan di senin ia akan datang lagi.
Ia percaya, kenangan tak bisa dijumpai lagi.
Sebab senin telah mengambilnya, dan mengumpatkannya.
Dan dia akan terus berburu senin, entah sampai kapan, sebab ini adalah cerita tentang wanita yang ingin membunuh senin.
Aku tau betul wajahnya yang selalu terlihat muram.
Ia berkata ia juga tau betul banyak wajah dengan irama membenci melihatnya, yang setelah ku ketahui wajah-wajah Itu berasal dari tempatnya sendiri.
Ia menggenggam benci ditangannya, hingga berdarah pula telapaknya.
Namun tak berani ia menaruh diwajahnya, ia yakin Tuhan masih menanamkan cinta pada dirinya.
Kutanya mengapa ia ingin membunuh senin, sebab senin membawanya pada ketakutan, dan ia tau banyak orang yang turut membencinya.
Di sudut matahari senin, tak ada tenaga matahari melawannya, dan langitpun hitam pekat.
Ia berjalan bersama terpaan hujan dan kilatan guntur langit, dengan tangan yang berdarah dia menyusuri jalan, membuatnya jadi merah.
Seakan semua makhluk membenci, dan dia harus angkat kaki dari bumi.
Tentu ia lupa, bahwa ada kenangan baik penuh sukacita dibelakangnya, menyentuh kepalanya untuk kembali.
Namun tentu bukan di senin ia akan datang lagi.
Ia percaya, kenangan tak bisa dijumpai lagi.
Sebab senin telah mengambilnya, dan mengumpatkannya.
Dan dia akan terus berburu senin, entah sampai kapan, sebab ini adalah cerita tentang wanita yang ingin membunuh senin.
0 komentar