Malam makin larut
Sepi jadi penyusup
Dan fajar sudah diambang pintu
Datanglah ia si penyakit malam
Yang dapat menyerang siapa saja yang tidak terlelap di jam seharusnya
Sekedar mengingat apa yang tak lagi ku genggam
Bukan tentang kenangan masa lalu
Namun karna kehilangan hadiah itu
Kunamai hadiah itu cinta
Karunia dari yang Kuasa untuk menghibur jiwa-jiwa kesepian
Namun kini hadiah itu tidak datang kepada ku
Dan aku merindukannya
Dimana segala rasa menjadi indah
Bahkan kaupun bilang racun menjadi sangat manis dibuatnya
Tapi inilah aku
Asik dengan duniaku sendiri sampai terus menerus menolak hadiah itu
Kini aku ingin
Aku mau hadiah itu
Tuhan, tolong hadiahi aku lagi
Dengan si pengantar yang baik hati
Tidak usah muluk, setidaknya ia bisa membuatku cinta kepadanya
Dan Tuhan, titipkan ia si pengantar yang bijaksana
Agar ia dapat memperlakukan ku istimewa
Selayaknya keinginan si hawa
Dan Tuhan, semoga si pengantar, tidak datang terlambat membawa hadiahku
Karna mungkin rasa akan mematikanku
Karna aku hanya mau belajar
Untuk bagaimana menghargai hadiahmu selanjutnya
Semoga tidak lagi seperti yang lalu
Dan hadiahmu nanti, mungkin akan menjadi obat tidur bagiku, yang selalu diserang penyakit malam
Yang telah kunamai rindu.
Sepi jadi penyusup
Dan fajar sudah diambang pintu
Datanglah ia si penyakit malam
Yang dapat menyerang siapa saja yang tidak terlelap di jam seharusnya
Sekedar mengingat apa yang tak lagi ku genggam
Bukan tentang kenangan masa lalu
Namun karna kehilangan hadiah itu
Kunamai hadiah itu cinta
Karunia dari yang Kuasa untuk menghibur jiwa-jiwa kesepian
Namun kini hadiah itu tidak datang kepada ku
Dan aku merindukannya
Dimana segala rasa menjadi indah
Bahkan kaupun bilang racun menjadi sangat manis dibuatnya
Tapi inilah aku
Asik dengan duniaku sendiri sampai terus menerus menolak hadiah itu
Kini aku ingin
Aku mau hadiah itu
Tuhan, tolong hadiahi aku lagi
Dengan si pengantar yang baik hati
Tidak usah muluk, setidaknya ia bisa membuatku cinta kepadanya
Dan Tuhan, titipkan ia si pengantar yang bijaksana
Agar ia dapat memperlakukan ku istimewa
Selayaknya keinginan si hawa
Dan Tuhan, semoga si pengantar, tidak datang terlambat membawa hadiahku
Karna mungkin rasa akan mematikanku
Karna aku hanya mau belajar
Untuk bagaimana menghargai hadiahmu selanjutnya
Semoga tidak lagi seperti yang lalu
Dan hadiahmu nanti, mungkin akan menjadi obat tidur bagiku, yang selalu diserang penyakit malam
Yang telah kunamai rindu.
0 komentar