Kali ini kita bakalan bahas suatu yang lain, beda, dan ini adalah gambaran dari kacamata gue. Gue akan membahas film..
Ungu Violet.
Jujur aja, pertama kali gue dapat begitu terkesima dengan profesi fotografer, adalah menonton film ini, tahun 2006 kelas 6 SD, meski filmnya udah keluar dari 2005..
Gue bisa nonton film ini karna kakak gue penggemar berat dari Dian Sastro.
Dan gue masih sangat awam lah ya dengan kisah cinta tragis antara Kalin dan Lando karna saat itu gue juga masih kecil.
Tapi sampe gue diumur 20 ini, kalo denger lagunya Padi 'Menanti Sebuah Jawaban' ingetnya si fotografer, Lando.. Ingetnya kisah cinta antara fotografer dengan modelnya ini.
Dari film ini gue bisa tau betapa berjasanya seorang fotografer bagi kehidupan para modelnya, bahkan bisa merubah mereka hibgga taraf dan gaya hidupnya.
Di ceritakan dalam film ini, Lando adalah seorang fotografer majalah fashion, yang baru saja patah hati karna ditinggal kekasihnya, mantan kekasih Lando, tidak sanggup hidup dengannya lantaran Lando mempunyai penyakit Leukimia stadium akhir yang hanya tinggal menunggu ajalnya.
Akhirnya Lando mempupuk semua harapannya untuk memiliki kehidupan cinta seperti kebanyakan orang.
Ditengah kegalauan akibat patah hati, pekerjaan Lando jadi berantakan, dan dia harus mendapatkan Model untuk wajah baru Cover majalah tempat ia bekerja.
Kemudian pada suatu waktu, ia melihat sekelibat wajah seorang wanita yang ikut terekam dalam lembaran fotonya dalam insiden pencopetan di bus kota.
Lando mulai tertarik dengan wajah itu dan selalu mengingatnya.
Dan akhirnya takdir membawa Lando bertemu dengan sang pemilik wajah cantik itu, Kalin.
Kalin adalah seorang yatim piatu yang baru saja ditinggal mati oleh kedua orang tuanya di Bandung, kemudian bertolak hidup di Jakarta bersama dengan eyangnya, sisa keluarga satu-satunya.
Kalin bekerja sebagai penjaga loket tiket bus Transjakarta, dan disanalah ia bertemu dengan Lando.
Dengan sabar Lando menunggu kepulangan Kalin dari pekerjaannya. Dan akhirnya Lando mengungkapkan ketertarikannya untuk menjadikan Kalin sebagai model cover majalahnya.
Kalin menyetujui tawaran tersebut, lantaran ia juga membituhkan pemasukan lebih untuk menopang kehidupan ia dan eyangnya.
Lando membukakan jalan kesuksesan untuk Kalin, sehingga lambat laun banyak tawaran pekerjaan sebagai model untuknya, dan tentu saja Kalin menerimanya.
Kedekatan Lando dan Kalin semakin berlanjut, namun timbul resah didalam hati Lando, bahwa bila ia memulai suatu hubungan lagi, maka ia akan menyakiti perempuan yang dicintanya lagi, karna ia tidak akan bisa hidup lebih lama untuk menemani kekasihnya siapapun itu.
Dan Lando memutuskan untuk meninggalkan Kalin dengan menyakiti hatinya.
Kalin mengganggap Lando hanya memanfaatkan dirinya untuk menyelamatkan kariernya sebagai fotografer, begitu pula yang dikatakan Lando.
Kesuksesan menyertai jalan Kalin hingga ia menjadi seorang Top Model, bahkan ia memiliki kekasih baru.
Namun inilah petaka bagi Lando, yang hanya bisa menahan sakitnya rindu, rasa penyesalan, dan penyakit sekaligus.
Dan Lando, berada terus menyaksikan kehidupan Kalin yang ia cinta meski tak bisa ia ungkapkan.
Hingga suatu ketika, Lando datang lagi, dihari kekasih baru Kalin ingin melamar Kalin, dan Lando menjelaskan hal yang selama ini menjadi kebohongannya, dan berinti bahwa ia sangat mencintai Kalin.
Sewaktu Kalin ingin mengejar Lando yang pergi, kecelakan menimpa Kalin, dan dia mengalami kebutaan akibat serpihan kaca yang merusak korneanya.
Namun ditengah penyesalan Kalin yang sempat membenci Lando, justru Lando lah yang menjadi semangatnya untuk tetap hidup dalam kebutaan, Lando selalu menemaninya.
Dan hari ke hari, penyakit akan terus menggerogoti tubuh Lando, dan tak bisa dielak lagi, bahwa waktu telah menjemput Lando untuk kembali pada sang pencipta.
Itu artinya, Lando tak bisa menepati janjinya untuk berada disamping Kalin hingga ia dapat melihat lagi.
Kabar gembira datang pada Kalin, ia menerima seorang yang mau mendonorkan Kornea matanya untuk Kalin.
Dan saat pertama Kalin membuka mata, ia melihat apa yang dilihat Lando.
Karna mata Lando kini berada dalam kelopak Kalin..
Dan tiada lagi penyesalan bahkan semua tanda tanya sudah terjawab, setidaknya Lando pergi dan memberikan miliknya yang berharga untuk yang ia cinta.
"Hanya waktu yang akan merenggut kamu dari aku" -Lando
Ungu Violet.
Jujur aja, pertama kali gue dapat begitu terkesima dengan profesi fotografer, adalah menonton film ini, tahun 2006 kelas 6 SD, meski filmnya udah keluar dari 2005..
Gue bisa nonton film ini karna kakak gue penggemar berat dari Dian Sastro.
Dan gue masih sangat awam lah ya dengan kisah cinta tragis antara Kalin dan Lando karna saat itu gue juga masih kecil.
Tapi sampe gue diumur 20 ini, kalo denger lagunya Padi 'Menanti Sebuah Jawaban' ingetnya si fotografer, Lando.. Ingetnya kisah cinta antara fotografer dengan modelnya ini.
Dari film ini gue bisa tau betapa berjasanya seorang fotografer bagi kehidupan para modelnya, bahkan bisa merubah mereka hibgga taraf dan gaya hidupnya.
Di ceritakan dalam film ini, Lando adalah seorang fotografer majalah fashion, yang baru saja patah hati karna ditinggal kekasihnya, mantan kekasih Lando, tidak sanggup hidup dengannya lantaran Lando mempunyai penyakit Leukimia stadium akhir yang hanya tinggal menunggu ajalnya.
Akhirnya Lando mempupuk semua harapannya untuk memiliki kehidupan cinta seperti kebanyakan orang.
Ditengah kegalauan akibat patah hati, pekerjaan Lando jadi berantakan, dan dia harus mendapatkan Model untuk wajah baru Cover majalah tempat ia bekerja.
Kemudian pada suatu waktu, ia melihat sekelibat wajah seorang wanita yang ikut terekam dalam lembaran fotonya dalam insiden pencopetan di bus kota.
Lando mulai tertarik dengan wajah itu dan selalu mengingatnya.
Dan akhirnya takdir membawa Lando bertemu dengan sang pemilik wajah cantik itu, Kalin.
Kalin adalah seorang yatim piatu yang baru saja ditinggal mati oleh kedua orang tuanya di Bandung, kemudian bertolak hidup di Jakarta bersama dengan eyangnya, sisa keluarga satu-satunya.
Kalin bekerja sebagai penjaga loket tiket bus Transjakarta, dan disanalah ia bertemu dengan Lando.
Dengan sabar Lando menunggu kepulangan Kalin dari pekerjaannya. Dan akhirnya Lando mengungkapkan ketertarikannya untuk menjadikan Kalin sebagai model cover majalahnya.
Kalin menyetujui tawaran tersebut, lantaran ia juga membituhkan pemasukan lebih untuk menopang kehidupan ia dan eyangnya.
Lando membukakan jalan kesuksesan untuk Kalin, sehingga lambat laun banyak tawaran pekerjaan sebagai model untuknya, dan tentu saja Kalin menerimanya.
Kedekatan Lando dan Kalin semakin berlanjut, namun timbul resah didalam hati Lando, bahwa bila ia memulai suatu hubungan lagi, maka ia akan menyakiti perempuan yang dicintanya lagi, karna ia tidak akan bisa hidup lebih lama untuk menemani kekasihnya siapapun itu.
Dan Lando memutuskan untuk meninggalkan Kalin dengan menyakiti hatinya.
Kalin mengganggap Lando hanya memanfaatkan dirinya untuk menyelamatkan kariernya sebagai fotografer, begitu pula yang dikatakan Lando.
Kesuksesan menyertai jalan Kalin hingga ia menjadi seorang Top Model, bahkan ia memiliki kekasih baru.
Namun inilah petaka bagi Lando, yang hanya bisa menahan sakitnya rindu, rasa penyesalan, dan penyakit sekaligus.
Dan Lando, berada terus menyaksikan kehidupan Kalin yang ia cinta meski tak bisa ia ungkapkan.
Hingga suatu ketika, Lando datang lagi, dihari kekasih baru Kalin ingin melamar Kalin, dan Lando menjelaskan hal yang selama ini menjadi kebohongannya, dan berinti bahwa ia sangat mencintai Kalin.
Sewaktu Kalin ingin mengejar Lando yang pergi, kecelakan menimpa Kalin, dan dia mengalami kebutaan akibat serpihan kaca yang merusak korneanya.
Namun ditengah penyesalan Kalin yang sempat membenci Lando, justru Lando lah yang menjadi semangatnya untuk tetap hidup dalam kebutaan, Lando selalu menemaninya.
Dan hari ke hari, penyakit akan terus menggerogoti tubuh Lando, dan tak bisa dielak lagi, bahwa waktu telah menjemput Lando untuk kembali pada sang pencipta.
Itu artinya, Lando tak bisa menepati janjinya untuk berada disamping Kalin hingga ia dapat melihat lagi.
Kabar gembira datang pada Kalin, ia menerima seorang yang mau mendonorkan Kornea matanya untuk Kalin.
Dan saat pertama Kalin membuka mata, ia melihat apa yang dilihat Lando.
Karna mata Lando kini berada dalam kelopak Kalin..
Dan tiada lagi penyesalan bahkan semua tanda tanya sudah terjawab, setidaknya Lando pergi dan memberikan miliknya yang berharga untuk yang ia cinta.
"Hanya waktu yang akan merenggut kamu dari aku" -Lando
0 komentar