Pernah kah kamu?
Merasa sangat menginginkan seseorang.. Ia layaknya sebuah candu.
Ketika kamu bangun dari tidurmu, pikiranmu curiga, apakah ia masih ada di bumi?
Kamu ambil Handphone mu, kamu cari kontaknya, sosial medianya, hanya untuk bersyukur dia masih nyata untukmu.
Dalam malam yang sepi, ia menjadi hantu yang bergentayangan dalam bantalmu, merasuki kepalamu, membuat kepalamu penuh dengannya.
Ketika kamu melihat dia, dia tidak se rupawan idolamu, tidak sepintar panutan mu.
Tapi setiap inchi dari dirinya telah menjadi hasratmu.
Senyumnya jadi memikat, gelak tawanya jadi renyah di telingamu, bahkan suara batuknya menarik dirimu pula untuk menoleh kepadanya.
Kamu akan perhatikan matanya, seolah kamu sedang menghitung berapa total bulu matanya.
Kamu akan melihat dengan seksama, jemarinya, sedang melakukan aktifitas apa dalam tangannya itu.
Dan ketika kamu sudah berada di sampingnya tanpa ada satu sentimeterpun tersisa, kamu hanya ingin mendekapnya, seolah ia diciptakan hanya untukmu saja.
Kamu menjadi rakus, menjadi tamak, tidak ingin berbagi segala sesuatupun dari dirinya kepada dunia.
Dan seolah kamu akan membuat stempel di dahinya, bahwa dia adalah milikmu atau bercita-cita untuk membuat perundangan negara, agar tidak ada warga lainnya yang merebutnya darimu.
Kata yang ia ucapkan, cerita yang ia beberkan, seolah menjadi dongeng indah sebelum tidur.
Mungkin saja makanan yang ia makan, akan menjadi favoritmu.
Dan ketika ia melalui masa sulit, kamu hanya berkhayal menjadi peri, kamu ingin menyulap kesedihan dan kesulitannya, agar berubah menjadi hal yang membahagiakan.
Mari namai kegilaan ini candu.
Dan kamu over dosis karenanya.
Kamu over dosis.
Kamu over dosis dirinya.
Kamu over dosis dia.
0 komentar