Diberdayakan oleh Blogger.

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

CATEGORY >

Efek Rumah Kaca dalam album Sinestesia, membawa saya dalam lagu pertama yang membuat saya menangis, tersetel secara acak, dan kemudian saya terdiam cukup lama, meresapi apa yang Cholil lantunkan.

"Hah, lagu tentang kematian?"

Saya mencoba terus khusyuk mendengarkan.
Liriknya mulai satu persatu masuk kedalam kepala saya melalui telinga, saya putuskan untuk membesarkan volumenya.
Memasuki menit ke 8, air mata saya tumpah begitu saja, tanpa sama sekali saya buat-buat.

"Laa ilaa ha ilallah...."

Samar-samar itulah yang saya dengar dibeberapa bait, dan setelah saya caritau, memang begitulah liriknya.

Apa yang Cholil tuliskan, dan lantunkan, mengubah perspektif saya melihat kematian.
Terlepas dari Cholil adalah lulusan S2 sastra Indonesia, di UI, dan S3 di Amerika, ia pastinya pandai merangkai kata yang indah dan sirat makna.
Namun, yang ada dalam Putih, benar-benar hal yang sama sekali tidak pernah saya pikirkan.

"Kematian adalah awal kehidupan tanpa kematian"

Saya selalu lupa bahwa memang hidup ini hanya titipan, begitu yang dikatakan orang tua saya, dan guru ngaji saya.
Saya selalu mengutuk kehidupan yang saya miliki, apa yang dititipkan pada saya? Saya memilih tidak hidup sama sekali, saya pikir Tuhan begitu keji.

Namun saya menyesali apa yang pernah saya pikirkan, saya, dan seluruh makhluk di dunia ini, sama, Tuhan tidak memilah milih, kami berangkat dari awal yang sama, dan dengan akhir yang sama, yang membedakan hanyalah tenggat waktunya.
Isi kehidupan ini, sepenuhnya saya yang atur, saya yang jalani, saya berjalan dan mengumpulkan bekal untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Kemudian saya selalu berpikir bahwa kematian adalah kesengsaraan, saya takut mati, sungguh saya takut mati, atau saya pikir saya lebih baik mati sekalian, saya ingin mati, saya ingin mati saja, pikiran itu datang silih berganti.

Kata mereka kematian itu sakit, sakit sekali, tidak ada enak-enaknya, dan semua akan berakhir, mulai dari situ, penderitaanmu akan dimulai.

Saya pikir kematian menyakitkan, saya akan meninggalkan dunia dengan seisinya, saya akan meninggalkan orang-orang yang saya sayangi, saya akan berakhir sendirian, dan kesepian.

Saya lupa pada hakikatnya memang kita diciptakan dengan kesendirian, lahir, hidup, dan mati sendiri, dan mereka yang hadir hanya terjebak dalam tempat, waktu, dan memori yang sama dengan saya, namun dengan kepentingan pribadi, menjadikan mereka rupakan bagian dari hidup saya, secara tidak langsung.

Apa yang harus saya takutkan dari kematian? apa saya takut disiksa, atas dosa yang saya lakukan selama saya hidup?
Saya takut disiksa.
Saya bukan hanya takut mati, saya juga takut disiksa.
Kata semua orang yang mengajari saya tentang kematian adalah bayangan mengerikan tentang suatu penyiksaan atas hal buruk yang kita lakukan sekecil apapun.

Jelas saya berpikir, untuk tidak takut disiksa, saya harus melakukan kebaikan, dan menjalankan apa yang saya yakini.
Namun, tetap saja, saya takut mati.
Saya orang yang ingin mati, namun takut mati.

Dan hari itu, melalui Putih...
Saya tidak takut lagi, mungkin masih ada rasa itu jauh dalam diri saya.
Saya meyakini kematian adalah proses yang menjadikan kita manusia sesungguhnya, yang hidup pasti akan mati.

Kematian menyempurnakan kita sebagai manusia.

"Akhirnya aku usai juga..."

Kelak usai semua ketakutan saya akan kematian. Saya akan hidup dalam kematian, saya akan mati dan tidak akan mati lagi.

Kelak saya menjadi abadi, dalam kematian. Saya akan hidup, dalam kematian.

Dan selama mati, apa yang akan saya kenang?
Akankah saya harus hidup abadi dengan memori mengerikan? Memori buruk yang saya lakukan?
Saya ingin selama mati, saya mengenang memori indah penuh kebaikan. Karena keburukan yang saya kenang, tidak akan bisa di remedial, sedangkan kebaikan yang saya kenang, akan teruslah menjadi indah.

Putih,
Mengubah saya.

Bertahun-tahun saya mendengarkan ceramah, nasihat, atau bahkan lagu religi, saya hanya mendapatkan ketakutan.
Motivasi yang dilandasi oleh ketakutan.
Entah, justru saya malah terbiasa, sehingga tidak lagi takut, iya, saya takut, tapi motivasinya tidak masuk kedalam akal saya.

Saya merasakan keindahan dari kematian yang tidak perlu saya nantikan, karena nanti juga akan terjadi, semua hanya tentang tenggat waktu tiap orang berbeda-beda.

Dan sedikit-sedikit, saya ingin hidup dengan baik, agar memori yang akan saya kenang ketika mati kelak, adalah tentang kebaikan.

Namun satu harapan saya, tentang kehidupan setelah kematian.

Saya ingin berkumpul kembali dengan mereka yang telah mati lebih dulu.
Membayar waktu yang pernah terlewatkan bersamanya, karena kematian menjemput mereka lebih dulu. Sehingga semua akan impas.
Dan ketika dunia berakhir, saya masih bisa berkumpul dengan semua yang pernah hidup bersama saya, kemudian kami hidup bersama-sama salam kematian, mengenang memori yang pernah kita jalani di dunia.

Apakah definisi kesendirian dalam hidup, akan berlaku juga dalam kehidupan setelah kematian?
Saya harap tidak.

Terima kasih, Allah Subhanahu Wa Ta'ala..
Sudah menciptakan saya, menciptakan umat manusia lainnya, menciptakan Cholil, menghendaki terciptanya Efek Rumah Kaca, menghendaki terciptanya Putih.

Saya akan menjalani hidup saya dengan lebih tenang, lebih baik, hingga kematian akan datang tanpa saya nanti. Saya harap saya mati dengan baik, dan hidup dalam kematian mengenang kebaikan.

Aamiinn..

Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • INSTAGRAM : PETUNIAINTAN.
  • Perangkai kata, dibalik lensa.
140x140

INTAN CHARISMA

penjagalaxy

Cari Aku!

Instagram: Petuniantan
Instagram Portfolio: jepretanintan & Photolicious.Jakarta

facebook.com/pettuniaintan

Twitter: IntnKD

Lineid: Intnkd

Snapchat: Pettuniantan

Path: IntanKharisma

Mail: pettuniaintan@yahoo.com
pettuniaintan@gmail.com


Facebook Twitter Gplus RSS
latest posts
latest comments

Search

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  Oktober (3)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ▼  2018 (5)
    • ▼  Oktober (1)
      • Putih
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2016 (27)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (9)

Popular Posts

  • Sudut yang Temaram
    Sudut gelap kamar itu adalah aku Yang panjang menjuntai kedepan, dan lebar kebelakang, ia ada ditengah, berdebu tebal, bersiku kokoh namun t...
  • Raya Ketiga Tanpa Mama
    Saya berdiri lagi, sendiri, menepi. Sebentar lagi raya ketiga, tanpa Mama. Hari ini mendung disertai hujan, saya lihat sekeliling, merasa ad...
  • Mas Nguber
    Kadang suka ngerasa gak sih, kita persiapin sesuatu, tapi kita suka lupa justru waktu yg kebuang buat persiapan bikin kita jadi keteteran? ...
  • Memo Kematian Diri
    Jelaga, ceria, aurora, mega, kelabu, biru. Kau ajari aku. Terbata aku mengeja Bagaimana kau tuntun aku membaca "Ini adalah warna.. ...
  • Pembunuh Senin
    Ini cerita tentang wanita yang ingin membunuh senin. Aku tau betul wajahnya yang selalu terlihat muram. Ia berkata ia juga tau betul banya...
  • Ber
    September Oktober November Desember Ber. Belasan bahkan puluhan tahun yang lalu, mereka menandai bulan-bulan Ber, dengan langit teduh, ...
  • 24 Mei 2023
    Saya merasa saat orang lain dengan sadar dan sengaja menyakiti saya, umumnya mereka enggan mengucap maaf yang tulus. Tiada gestur menyesal, ...
  • Tentang Kampus Tercinta
    Kampus Tercinta. Kampus kecil di Jakarta Selatan tepatnya di Lenteng Agung. Gue mulai kisah awal gue disini. Tepat September 2014 gue mula...
  • Besok Punyaku
    Matahari pagi membawa lagi namamu Tak ada air mata keluar, lambat laun kenyataan telah menyadarkanku, sesungguhnya hingga hari ini aku dapa...

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

  • Home
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates