Saya hancur, saya terluka, saya kecewa.
Namun apakah saya memang berhak mendapatkan ini semua?
Saya lelah..
Ingin rasanya saya tinggalkan duniawi ini, saya lelah.
Jika memang harus disiksa neraka, bukankah itu lebih baik daripada disiksa dunia dan neraka?
Bagaimana nanti anak-anak jika saya pergi..
Dapatkah mereka tetap jadi alasan saya untuk hidup, meski hancur, meski sakit.
Dapatkah saya tetap jalani hidup demi mereka, karena tidak ada cinta untuk mereka sebesar cinta saya.
Darimana lagi saya dapat mengais kekuatan untuk tetap berdiri sebagai orang tua.
Saya rasa saya hampir tidak mengenali diri saya, karna terlalu banyak orang yang mengaruskan saya memaklumi apapun perbuatan jahat kepada saya.
Saya sakit, air mata enggan keluar, tapi isi perut yang kosong bergejolak. Keluar cairan putih asam yang menyakiti tenggorokan.
Saya ingin berteriak sekencang-kencangnya.
Hingga tidak ada lagi kebisingan yang tertangkap di telinga ini, hanya saya dan suara saya.
Saya lelah...
Saya mau istirahat, bahkan berhenti.
Saya lelah..
Jemput saya jika bisa.