Diberdayakan oleh Blogger.

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

CATEGORY >

Saya hancur, saya terluka, saya kecewa.
Namun apakah saya memang berhak mendapatkan ini semua?
Saya lelah..
Ingin rasanya saya tinggalkan duniawi ini, saya lelah.
Jika memang harus disiksa neraka, bukankah itu lebih baik daripada disiksa dunia dan neraka?
Bagaimana nanti anak-anak jika saya pergi..
Dapatkah mereka tetap jadi alasan saya untuk hidup, meski hancur, meski sakit.
Dapatkah saya tetap jalani hidup demi mereka, karena tidak ada cinta untuk mereka sebesar cinta saya.
Darimana lagi saya dapat mengais kekuatan untuk tetap berdiri sebagai orang tua.
Saya rasa saya hampir tidak mengenali diri saya, karna terlalu banyak orang yang mengaruskan saya memaklumi apapun perbuatan jahat kepada saya. 
Saya sakit, air mata enggan keluar, tapi isi perut yang kosong bergejolak. Keluar cairan putih asam yang menyakiti tenggorokan. 
Saya ingin berteriak sekencang-kencangnya.
Hingga tidak ada lagi kebisingan yang tertangkap di telinga ini, hanya saya dan suara saya.
Saya lelah...
Saya mau istirahat, bahkan berhenti.
Saya lelah..
Jemput saya jika bisa.
Share on:
Bagaimana ya rasanya dicintai?

Sampai-sampai lupa, nyaris mati rasa.
Saya mungkin bukanlah mereka yang beruntung, dapat memamerkan bahwa ada 1 manusia yang menghargainya sedemikian rupa.
Mencintai, untuk pasangan saya mungkin adalah suatu penghinaan tersendiri, baginya sama saja membuat harga diri jadi rendah, pandangnya seperti hidup dijajah dan tiada kebahagiaan, itu hanyalah kegiatan buang tenaga belaka.
Saya mungkin juga bukan orang yang akan menginjak mereka yang mencintai saya dengan tulus, saya akan menghargai setiap dan apapun yang ia berikan, namun tetap saja, dengan apa saya bisa meyakinkan dia yang padahal dulu juga pernah segitunya mencintai saya.

Baginya pernikahan membuat semua rasa itu pantas berakhir, saya bukan lagi manusia yang berhak menerima segala bentuk manis itu, sekecil apapun, saya mungkin hanyalah satu, dari banyak kesialan dalam hidupnya, karna harus berbagi hidup dengan saya.
Namun ditengah itu, dia mencari rasa itu sendiri, rasa yang saya rindukan, yang selalu saya inginkan, namun bukan dicari dalam diri saya, melainkan orang lain, atau hal lain yang menurutnya lebih pantas.
Saya seperti mengais ngais perhatian yang sesungguhnya berhak saya dapatkan.

Hingga saya mencari pada orang lain, atau mencoba menghidupkan kenangan masalalu, namun setelah saya sadar, saya hanya butuh itu, dari orang yang saya anggap suami -- namun ia enggan berbaginya dengan saya.

Kini saya hidup seperti biasa, jauh dari kata cinta, mencoba menjadikan pemikiran suami, bahwa memang itulah yang pantas saya dapatkan.
Mungkin karna hidup terlalu pahit sekarang?
Kita butuh pemanis, meski itu hanya buatan?
Entah.
Yang pasti inilah hidup saya sekarang.
Tanpa cinta, tapi akan selalu mencoba baik-baik saja.
Share on:
Saya merasa saat orang lain dengan sadar dan sengaja menyakiti saya, umumnya mereka enggan mengucap maaf yang tulus.
Tiada gestur menyesal, tiada kata baik untuk menenangkan.
Apakah se sepele itu kehadiran saya untuk mereka?
Betahun lamanya semua menumpuk, lukanya masih ada.
Masih sama, masih basah.
Dada saya sering terasa sesak mengingatnya.
Hari ke hari, luka baru terus berdatangan.
Apakah lambat laun saya akan melupakan diri saya bila ini terus terjadi?
Situasi menjadi berubah, dimana saya merasa saya hanya diam dan mereka jahati, lalu menjadi saya yang mencari apa salah saya, dan apa memang saya pantas menerimanya?
Saya ingin meledak, saya mau marah.
Rasanya ingin mencabik semua kulit, mencopot semua rambut, mematahkan semua kuku.
Wajah mereka yang menyakiti selalu datang lagi dan lagi?
Apa sepenting itu sebuah maaf dan penyesalan untuk diri saya, hingga saya menjadi seperti ini?
Bahkan saya tersiksa hidup dalam dendam, membawa dendam itu kepada orang yang sudah mati, apa yang saya bisa harapkan? Toh dia juga sudah mati.
Namun sosoknya datang lagi dan lagi menghantui saya seolah semua baru terjadi kemarin.
Ditambah kali ini, yang masih hidup, namun bisa terus menjalankan hidup dengan terus menyakiti saya, sebaik apapun saya memperlakukan dia, selalu ada celah untuk membuat saya teriris perih.
Apakah saya harus hidup sepeti ini?
Seperti kejar bayangan sendiri.
Takut setiap saat, resah, kecewa, dan marah.
Saya lelah..
Dapatkah saya menikmati sisa hidup selayaknya manusia?
Saya lelah..
Sangat lelah..
Rasanya ingin pergi saja.
Yang jauh,
Sangat jauh
Sampai tidak ada yang bisa nemukan saya.
Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • INSTAGRAM : PETUNIAINTAN.
  • Perangkai kata, dibalik lensa.
140x140

INTAN CHARISMA

penjagalaxy

Cari Aku!

Instagram: Petuniantan
Instagram Portfolio: jepretanintan & Photolicious.Jakarta

facebook.com/pettuniaintan

Twitter: IntnKD

Lineid: Intnkd

Snapchat: Pettuniantan

Path: IntanKharisma

Mail: pettuniaintan@yahoo.com
pettuniaintan@gmail.com


Facebook Twitter Gplus RSS
latest posts
latest comments

Search

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  November (1)
  • ▼  2024 (3)
    • ▼  Oktober (3)
      • 2 Juni 2024
      • 3 November 2022
      • 24 Mei 2023
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2016 (27)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (9)

Popular Posts

  • Sudut yang Temaram
    Sudut gelap kamar itu adalah aku Yang panjang menjuntai kedepan, dan lebar kebelakang, ia ada ditengah, berdebu tebal, bersiku kokoh namun t...
  • Raya Ketiga Tanpa Mama
    Saya berdiri lagi, sendiri, menepi. Sebentar lagi raya ketiga, tanpa Mama. Hari ini mendung disertai hujan, saya lihat sekeliling, merasa ad...
  • Mas Nguber
    Kadang suka ngerasa gak sih, kita persiapin sesuatu, tapi kita suka lupa justru waktu yg kebuang buat persiapan bikin kita jadi keteteran? ...
  • Memo Kematian Diri
    Jelaga, ceria, aurora, mega, kelabu, biru. Kau ajari aku. Terbata aku mengeja Bagaimana kau tuntun aku membaca "Ini adalah warna.. ...
  • Pembunuh Senin
    Ini cerita tentang wanita yang ingin membunuh senin. Aku tau betul wajahnya yang selalu terlihat muram. Ia berkata ia juga tau betul banya...
  • Ber
    September Oktober November Desember Ber. Belasan bahkan puluhan tahun yang lalu, mereka menandai bulan-bulan Ber, dengan langit teduh, ...
  • 24 Mei 2023
    Saya merasa saat orang lain dengan sadar dan sengaja menyakiti saya, umumnya mereka enggan mengucap maaf yang tulus. Tiada gestur menyesal, ...
  • Tentang Kampus Tercinta
    Kampus Tercinta. Kampus kecil di Jakarta Selatan tepatnya di Lenteng Agung. Gue mulai kisah awal gue disini. Tepat September 2014 gue mula...
  • Besok Punyaku
    Matahari pagi membawa lagi namamu Tak ada air mata keluar, lambat laun kenyataan telah menyadarkanku, sesungguhnya hingga hari ini aku dapa...

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

  • Home
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates