Diberdayakan oleh Blogger.

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

CATEGORY >

Malam telah mengajarkan banyak hal, bagaimana kita bisa hidup dalam kegelapan, namun Tuhan berbaik hati pada kita, membuat benda langit diatas sana menyala begitu indahnya.

Malam memberikan saat yang tepat untuk kita merenungkan, bahwa tidak selamanya kegelapan membawa duka dan kesedihan.
Karna malam membuatmu bisa memberikan waktu untuk dirimu beristirahat atas apa yang terjadi bersama matahari, kita bisa merebahkan kelelahan bersama malam.

Tentang penyakit malam yang selama ini kuderita, ternyata karna aku kurang mensyukuri nikmatNya. Bahwa Tuhan sesungguhnya memberikan waktu kita untuk merenungi hal apa saja yang menurut kita tidak adil untuk terjadi pada kita, dengan melihat dari sudut pandang lain, sesungguhnya Tuhan hanya memberikan yang terbaik untuk kita.

Ini masih tentang dia, terbayangi bertahun-tahun oleh nama yang sama, namun kali ini aku akan berkata bahwa aku ikhlas atas apa yang terjadi hingga saat ini.

Aku pernah menyesali tiap malam datang membawa namamu di balik bantalku, hingga kau terus-terusan berada di kepalaku. Sungguh pernah aku membenci malam, hingga kusebut ini 'penyakit' malam.

Namun kini aku sadar, sepenuhnya sadar bahwa Tuhan bukan tanpa alasan menghadirkan dan terus menerus membuat namamu hadir kembali walau sekeras apapun usahaku melupakan.
Sungguh, lelah fikiran dan tubuh ini, selayak aku mendapat penolakan dari dalam diriku untuk jauh dari dia.
Kini aku sadar, alasan itu adalah agar aku belajar. Tentang apa yang pernah ada dalam genggamanku kemudian terhempas begitu saja agar aku mengerti arti dari kata 'ikhlas'.

Aku sepenuhnya ikhlas, dan kalah atau menang aku tidak peduli. Tapi aku melepas dalam titik penghabisan usahaku, hingga kini aku mengerti bahwa ini bukan salah siapa-siapa tapi murni karna Tuhan telah menakdirkan bahwa kata pertemuan memiliki lawan, perpisahan, meski kaitan diantara kedua kata tersebut tidak bisa dipisahkan. Iya, pertemuan, dan, perpisahan.

Cepat atau lambat dan bahkan tak akan bisa kita tebak dengan cara apa perpisahan itu telah ditakdirkan, namun perpisahan akan tetap ada.

Dan aku yang menangis di malam hingga pagi berhari-hari kemarin, hanyalah aku yang belum familiar dengan kata perpisahan.
Meski sesungguhnya kata perpisahan telah melekat dalam kehidupanku sejak aku umur 18 bulan, dengan kepergian Papa yang sesungguhnya itu adalah jalan dari perpisahan aku dengan Papa. Juga seperti dengan oran-orang yang aku temui di suatu tempat, dan aku tak lagi bertemu dengannya, itulah jalan perpisahanku dengan orang-orang itu.

Lantas mengapa aku pernah merasa bahwa perpisahan belum menyentuh aku dan dia, bahwa aku masih memegang teguh janji yang hanya diucapkan antara kedua manusia penuh dosa tanpa disaksikan Tuhan. Tentu saja janji itu hanya omong kosong, bahkan Tuhan pun hanya tau, tidak menjadi saksinya.

Kini aku melihat diriku, lambat laun aku merasa bahwa aku bahagia. Bahkan perkiraan tentang kebahagiaan yang hilang jika dia pergi, ternyata tidak benar adanya.
Akupun juga melihat dia, yang kini dapat selalu tersenyum dengan cintanya yang baru, aku sama seperti dia. Sama-sama bahagia dengan jalan kita sendiri. Dan sekali lagi terbuktilah bahwa kata 'pabila kita berpisah aku akan sangat sedih' ternyata hanyalah omong kosong.
Kami bahagia.
Sepenuhnya kami bahagia.

Mungkin mereka mengira aku hanya yang tidak bisa melupakan dia. Hidup teguh sendirian dan hati belum jelas mengarah pada siapa. Kadang aku bercerita tentang banyak orang yang sempat mengisi hari-hariku, namun tak ada satupun yang bisa menggantikan kebahagiaan ku saat aku merasa sangat bebas.

Mungkin Tuhan belum menentukan saat yang tepat, mungkin Tuhan ingin mempertemukan kepadaku yang lebih baik, hingga aku diberikan rasa yang betul-betul mendatar, namun tetap bahagia.
Kadang aku menuntut, mengapa aku tidak bisa seperti dia, yang dapat mendapatkan cinta yang baru dengan waktu singkat?
Ternyata jawabannya sangatlah sederhana, yaitu, belum saatnya.

Mungkin Tuhan ingin aku menikmati masa ini, bebas dan bahagia dengan siapa saja.

Namun aku tetap yakin bahwa cinta itu akan hadir lagi dalam diriku,entah menunjuk salah satu yang disekitarku, atau bertemu dengan orang baru. Dan aku sangat amat menikmati proses dan masa ini.

Banyak yang bilang aku menampik urusan cinta, dengan berpura-pura terkubur kesibukan dengan hal yang kusenangi. Sungguh aku menantinya, namun aku sadar orang yang memanti akan bosan bila tidak melakukan apa-apa. Maka aku melakukan apa yang aku suka.

Sekarang ingatlah satu hal, Tuhan tidak pernah memberikan rencana yang tidak seru. Sungguh nikmatilah rencana itu, dan biarkan dirimu sendiri mencari tau ada apa dibalik rencananya, bahkan aku yakin rencanaNya pasti akan selalu indah.


"Kita hanyalah bintang yang tersesat, mencoba bersinar di kegelapan" -Adam Levine.
Share on:
Kantuk tidak membunuhku lagi kali ini, bukan karna terlalu banyak tidur tadinya, tapi hanya terlalu banyak berpikir.
Dan entah ini yang ke berapa kali, ingatan sampah terulang lagi.
Mengenaskannya, yang bisa aku lakukan hanyalah menulis.
Merangkai untuk siapa kata ini terangkum, aku tak peduli.
Yang pasti, ada kebimbangan yang menyelimuti.
Dan saat ini, ku coba kembali memperbaiki apa yang seharusnya ku perbaiki, namun entah bagaimana caranya aku dapat tetap berhatan berada disini.

Sekali lagi ini tentang penyakit malam yang biasa aku derita, dan bagaimana cara memperbaikinya, aku tidak tau. Tapi, satu hal cara melegakannya, mungkin membaca hal lama yang telah aku hancurkan agar bisa kupetik pelajarannya.

Dan tentang atas segala kesalahan yang telah aku perbuat, tentang hati yang selalu aku sakiti, namun tetap tegar. Aku ingin memperbaikinya.

Dan maka biarlah aku tetap menulis tentang penyakit ini, bukan karna apa, bukan karna siapa, tapi karna aku yang tak lagi tau kepada siapa akan kebagi derita ini. Selain pada tulisan ini.

Dan demi setiap huruf, setiap kata, setiap kalimat, kuiiring secercah harapan, hanya untuk dapatkan lagi apa yang selama ini selalu aku impikan.

Selamat pagi, hati yang kesepian.
Hati-hati salah tempat jatuh lagi.
Share on:
konyol.
benar-benar konyol.
beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk tidak dulu berurusan dengan percintaan yang ku tau percintaan di umur segini hanyalah hal konyol, membuang-buang waktu yang seharusnya dipakai untuk berkarya. entah mau bilan aku kapok atau gimana, selalu membina hubungan percintaan, lama, ataupun sebentar, akhirnya sama saja. akan menyakitkan aku, atau mantan pacarku.
sekarang, lebih konyolnya lagi, aku kepikiran terus sama kamu.
udah sebulan ini, gak tau kenapa cuma kamu yang bikin aku penasaran.
mula-mula memang ku buka hati untuk mereka yang mendekati, tapi tak ada satupun yang buat aku penasaran.

memang, dulunya bukan aku yang mulai, tapi kamu.
kata godaan, kata manis, dan sikap lembut yang entah dibuat-buat atau tidak, awalnya sih membuat aku merasa risih dan aneh. tapi lama-lama, bila tidak ada kamu, aku mencarinya.

dulu memang aku berpikir, sungguh, konyol memang bila aku meladeni kelakuanmu yang centil dan suka bercanda itu. kadang pula, aku bercandai balik.
tapi lama-lama aku milai terbiasa dengan sosok kamu itu, yang buat aku penasaran.
dan kadang, bila sempat aku selalu mencari perhatian walau kadang terasa sia-sia dan seketika aku merasa sangat bodoh berbuat seperti itu.

tapi entahlah.
dari tatapanmu aku tau, kamu ingin tau, aku.
tapi ini hanya perkiraan, karna kemungkinan terbutuknya adalah kamu hanya sekedar bercanda.
bercanda yang sangat kelewatan.
konyol.

dan malam ini, tadi, sewaktu keram perut bulananku kumat, dan aku berada tepat dibelakangmu, menaiki kendaraan yang sama dengan kau sebagai supirnya.
membuat aku bingung. seketika sempat kita saling diam seolah diterkam kecanggungan.
konyol sekali.
padahal sebelumnya ngobrol asik sampai pukul-pukulan.
canggung yang sungguh sangat menyiksa perut keram ku, pula jantung ku.
degupnya seolah ingin berteriak, bertanya apa maksudnya kepadaku selama ini, bercanda kah? atau... ah sudahlah.

tapi canggung berhasil kutepis, ku ajak saut sepatah dua patah kata.
kembali diam
kemudian bersautan lagi.

dan ditengah kesakitan perut juga jantung ku, kurebahkan kepalaku pada bahunya yang kokoh. dan seketika kurasakan tulang punggungnya menegak. tapi tetap ku rebahkan kepalaku.
hanya ingin tau rasanya, berada di bahu orang yang selama ini bisa-bisanya mengacak-acak pikiranku.
dan sekilas, kurasakan hangatnya, ketenangannya, kemudian kuangkat lagi kepalaku. mencoba menjernihkan kepala ku, (((aku tak seharusnya berbuat seperti itu))).
tapi seolah bawaan perut sakit nan manja ini, memang memintaku untuk sedikit bertumpuh padanya untuk menenangkan sedikit kesakitan yang aku derita.

dan, entahlah, malam ini aneh,
konyol.
aku sangat ingin tau banyak tentang kamu, tapi susah bilang.
mau banyak tanya, nanti dibilang cerewet.
mau banyak omong, perutku gak ngizinin aku banyak omong.

dan akhirnya kecanggungan usai.
kami sampai di depan pagar rumahku.
ah, mungkin kalo belum pukul 23, sudah kuajak masuk. tapi kalaupun ini pukul 19, tak mungkin juga ku berani bilang begitu.
katanya sebelum pergi,
"langsung tidur ya biar agak enakan, semoga cepet sembuh"
jujur sih sakitnya tuh kayak agak ilang, tapi 5 menit kemudian sakit lagi, karna 5 menit sebelumnya, aku sibuk deg-degan.
konyol.
setelah ku haturkan terimakasih, dia jawab,
"iya sama-sama,yaudah gue balik yaa, assalamualaikum"
5 meter dari rumah masih kupandangi punggung itu.
sialan.
kok jadi gini perasaanku.
sumpah,
ini konyol.
aku sadar kemudian masuk ke rumah.

30 menit kemudian usai beres-beres kucoba sekedar basa-basi,
"udah sampe rumah belom?... makasih ya udah dianter.."
konyolnya, jawabannya cuma
"udah daritadi kok, iya sama-sama"
udah? gitu doang? iya!
makanya kan kubilang, konyol.


kamu itu konyol!
lebih konyolnya lagi, aku penasaran sama kamu.
ah, konyol!

Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • INSTAGRAM : PETUNIAINTAN.
  • Perangkai kata, dibalik lensa.
140x140

INTAN CHARISMA

penjagalaxy

Cari Aku!

Instagram: Petuniantan
Instagram Portfolio: jepretanintan & Photolicious.Jakarta

facebook.com/pettuniaintan

Twitter: IntnKD

Lineid: Intnkd

Snapchat: Pettuniantan

Path: IntanKharisma

Mail: pettuniaintan@yahoo.com
pettuniaintan@gmail.com


Facebook Twitter Gplus RSS
latest posts
latest comments

Search

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  Oktober (3)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (4)
  • ▼  2016 (27)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (3)
    • ▼  April (3)
      • Bahagia dengan ikhlas.
      • Tentang Penyakit Malam
      • Penyakit Malam yang Konyol
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (9)

Popular Posts

  • Sudut yang Temaram
    Sudut gelap kamar itu adalah aku Yang panjang menjuntai kedepan, dan lebar kebelakang, ia ada ditengah, berdebu tebal, bersiku kokoh namun t...
  • Raya Ketiga Tanpa Mama
    Saya berdiri lagi, sendiri, menepi. Sebentar lagi raya ketiga, tanpa Mama. Hari ini mendung disertai hujan, saya lihat sekeliling, merasa ad...
  • Mas Nguber
    Kadang suka ngerasa gak sih, kita persiapin sesuatu, tapi kita suka lupa justru waktu yg kebuang buat persiapan bikin kita jadi keteteran? ...
  • Memo Kematian Diri
    Jelaga, ceria, aurora, mega, kelabu, biru. Kau ajari aku. Terbata aku mengeja Bagaimana kau tuntun aku membaca "Ini adalah warna.. ...
  • Pembunuh Senin
    Ini cerita tentang wanita yang ingin membunuh senin. Aku tau betul wajahnya yang selalu terlihat muram. Ia berkata ia juga tau betul banya...
  • Ber
    September Oktober November Desember Ber. Belasan bahkan puluhan tahun yang lalu, mereka menandai bulan-bulan Ber, dengan langit teduh, ...
  • 24 Mei 2023
    Saya merasa saat orang lain dengan sadar dan sengaja menyakiti saya, umumnya mereka enggan mengucap maaf yang tulus. Tiada gestur menyesal, ...
  • Tentang Kampus Tercinta
    Kampus Tercinta. Kampus kecil di Jakarta Selatan tepatnya di Lenteng Agung. Gue mulai kisah awal gue disini. Tepat September 2014 gue mula...
  • Besok Punyaku
    Matahari pagi membawa lagi namamu Tak ada air mata keluar, lambat laun kenyataan telah menyadarkanku, sesungguhnya hingga hari ini aku dapa...

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

  • Home
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates