Kantuk tidak membunuhku lagi kali ini, bukan karna terlalu banyak tidur tadinya, tapi hanya terlalu banyak berpikir.
Dan entah ini yang ke berapa kali, ingatan sampah terulang lagi.
Mengenaskannya, yang bisa aku lakukan hanyalah menulis.
Merangkai untuk siapa kata ini terangkum, aku tak peduli.
Yang pasti, ada kebimbangan yang menyelimuti.
Dan saat ini, ku coba kembali memperbaiki apa yang seharusnya ku perbaiki, namun entah bagaimana caranya aku dapat tetap berhatan berada disini.
Sekali lagi ini tentang penyakit malam yang biasa aku derita, dan bagaimana cara memperbaikinya, aku tidak tau. Tapi, satu hal cara melegakannya, mungkin membaca hal lama yang telah aku hancurkan agar bisa kupetik pelajarannya.
Dan tentang atas segala kesalahan yang telah aku perbuat, tentang hati yang selalu aku sakiti, namun tetap tegar. Aku ingin memperbaikinya.
Dan maka biarlah aku tetap menulis tentang penyakit ini, bukan karna apa, bukan karna siapa, tapi karna aku yang tak lagi tau kepada siapa akan kebagi derita ini. Selain pada tulisan ini.
Dan demi setiap huruf, setiap kata, setiap kalimat, kuiiring secercah harapan, hanya untuk dapatkan lagi apa yang selama ini selalu aku impikan.
Selamat pagi, hati yang kesepian.
Hati-hati salah tempat jatuh lagi.
Dan entah ini yang ke berapa kali, ingatan sampah terulang lagi.
Mengenaskannya, yang bisa aku lakukan hanyalah menulis.
Merangkai untuk siapa kata ini terangkum, aku tak peduli.
Yang pasti, ada kebimbangan yang menyelimuti.
Dan saat ini, ku coba kembali memperbaiki apa yang seharusnya ku perbaiki, namun entah bagaimana caranya aku dapat tetap berhatan berada disini.
Sekali lagi ini tentang penyakit malam yang biasa aku derita, dan bagaimana cara memperbaikinya, aku tidak tau. Tapi, satu hal cara melegakannya, mungkin membaca hal lama yang telah aku hancurkan agar bisa kupetik pelajarannya.
Dan tentang atas segala kesalahan yang telah aku perbuat, tentang hati yang selalu aku sakiti, namun tetap tegar. Aku ingin memperbaikinya.
Dan maka biarlah aku tetap menulis tentang penyakit ini, bukan karna apa, bukan karna siapa, tapi karna aku yang tak lagi tau kepada siapa akan kebagi derita ini. Selain pada tulisan ini.
Dan demi setiap huruf, setiap kata, setiap kalimat, kuiiring secercah harapan, hanya untuk dapatkan lagi apa yang selama ini selalu aku impikan.
Selamat pagi, hati yang kesepian.
Hati-hati salah tempat jatuh lagi.
0 komentar