konyol.
benar-benar konyol.
beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk tidak dulu berurusan dengan percintaan yang ku tau percintaan di umur segini hanyalah hal konyol, membuang-buang waktu yang seharusnya dipakai untuk berkarya. entah mau bilan aku kapok atau gimana, selalu membina hubungan percintaan, lama, ataupun sebentar, akhirnya sama saja. akan menyakitkan aku, atau mantan pacarku.
sekarang, lebih konyolnya lagi, aku kepikiran terus sama kamu.
udah sebulan ini, gak tau kenapa cuma kamu yang bikin aku penasaran.
mula-mula memang ku buka hati untuk mereka yang mendekati, tapi tak ada satupun yang buat aku penasaran.
memang, dulunya bukan aku yang mulai, tapi kamu.
kata godaan, kata manis, dan sikap lembut yang entah dibuat-buat atau tidak, awalnya sih membuat aku merasa risih dan aneh. tapi lama-lama, bila tidak ada kamu, aku mencarinya.
dulu memang aku berpikir, sungguh, konyol memang bila aku meladeni kelakuanmu yang centil dan suka bercanda itu. kadang pula, aku bercandai balik.
tapi lama-lama aku milai terbiasa dengan sosok kamu itu, yang buat aku penasaran.
dan kadang, bila sempat aku selalu mencari perhatian walau kadang terasa sia-sia dan seketika aku merasa sangat bodoh berbuat seperti itu.
tapi entahlah.
dari tatapanmu aku tau, kamu ingin tau, aku.
tapi ini hanya perkiraan, karna kemungkinan terbutuknya adalah kamu hanya sekedar bercanda.
bercanda yang sangat kelewatan.
konyol.
dan malam ini, tadi, sewaktu keram perut bulananku kumat, dan aku berada tepat dibelakangmu, menaiki kendaraan yang sama dengan kau sebagai supirnya.
membuat aku bingung. seketika sempat kita saling diam seolah diterkam kecanggungan.
konyol sekali.
padahal sebelumnya ngobrol asik sampai pukul-pukulan.
canggung yang sungguh sangat menyiksa perut keram ku, pula jantung ku.
degupnya seolah ingin berteriak, bertanya apa maksudnya kepadaku selama ini, bercanda kah? atau... ah sudahlah.
tapi canggung berhasil kutepis, ku ajak saut sepatah dua patah kata.
kembali diam
kemudian bersautan lagi.
dan ditengah kesakitan perut juga jantung ku, kurebahkan kepalaku pada bahunya yang kokoh. dan seketika kurasakan tulang punggungnya menegak. tapi tetap ku rebahkan kepalaku.
hanya ingin tau rasanya, berada di bahu orang yang selama ini bisa-bisanya mengacak-acak pikiranku.
dan sekilas, kurasakan hangatnya, ketenangannya, kemudian kuangkat lagi kepalaku. mencoba menjernihkan kepala ku, (((aku tak seharusnya berbuat seperti itu))).
tapi seolah bawaan perut sakit nan manja ini, memang memintaku untuk sedikit bertumpuh padanya untuk menenangkan sedikit kesakitan yang aku derita.
dan, entahlah, malam ini aneh,
konyol.
aku sangat ingin tau banyak tentang kamu, tapi susah bilang.
mau banyak tanya, nanti dibilang cerewet.
mau banyak omong, perutku gak ngizinin aku banyak omong.
dan akhirnya kecanggungan usai.
kami sampai di depan pagar rumahku.
ah, mungkin kalo belum pukul 23, sudah kuajak masuk. tapi kalaupun ini pukul 19, tak mungkin juga ku berani bilang begitu.
katanya sebelum pergi,
"langsung tidur ya biar agak enakan, semoga cepet sembuh"
jujur sih sakitnya tuh kayak agak ilang, tapi 5 menit kemudian sakit lagi, karna 5 menit sebelumnya, aku sibuk deg-degan.
konyol.
setelah ku haturkan terimakasih, dia jawab,
"iya sama-sama,yaudah gue balik yaa, assalamualaikum"
5 meter dari rumah masih kupandangi punggung itu.
sialan.
kok jadi gini perasaanku.
sumpah,
ini konyol.
aku sadar kemudian masuk ke rumah.
30 menit kemudian usai beres-beres kucoba sekedar basa-basi,
"udah sampe rumah belom?... makasih ya udah dianter.."
konyolnya, jawabannya cuma
"udah daritadi kok, iya sama-sama"
udah? gitu doang? iya!
makanya kan kubilang, konyol.
kamu itu konyol!
lebih konyolnya lagi, aku penasaran sama kamu.
ah, konyol!
benar-benar konyol.
beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk tidak dulu berurusan dengan percintaan yang ku tau percintaan di umur segini hanyalah hal konyol, membuang-buang waktu yang seharusnya dipakai untuk berkarya. entah mau bilan aku kapok atau gimana, selalu membina hubungan percintaan, lama, ataupun sebentar, akhirnya sama saja. akan menyakitkan aku, atau mantan pacarku.
sekarang, lebih konyolnya lagi, aku kepikiran terus sama kamu.
udah sebulan ini, gak tau kenapa cuma kamu yang bikin aku penasaran.
mula-mula memang ku buka hati untuk mereka yang mendekati, tapi tak ada satupun yang buat aku penasaran.
memang, dulunya bukan aku yang mulai, tapi kamu.
kata godaan, kata manis, dan sikap lembut yang entah dibuat-buat atau tidak, awalnya sih membuat aku merasa risih dan aneh. tapi lama-lama, bila tidak ada kamu, aku mencarinya.
dulu memang aku berpikir, sungguh, konyol memang bila aku meladeni kelakuanmu yang centil dan suka bercanda itu. kadang pula, aku bercandai balik.
tapi lama-lama aku milai terbiasa dengan sosok kamu itu, yang buat aku penasaran.
dan kadang, bila sempat aku selalu mencari perhatian walau kadang terasa sia-sia dan seketika aku merasa sangat bodoh berbuat seperti itu.
tapi entahlah.
dari tatapanmu aku tau, kamu ingin tau, aku.
tapi ini hanya perkiraan, karna kemungkinan terbutuknya adalah kamu hanya sekedar bercanda.
bercanda yang sangat kelewatan.
konyol.
dan malam ini, tadi, sewaktu keram perut bulananku kumat, dan aku berada tepat dibelakangmu, menaiki kendaraan yang sama dengan kau sebagai supirnya.
membuat aku bingung. seketika sempat kita saling diam seolah diterkam kecanggungan.
konyol sekali.
padahal sebelumnya ngobrol asik sampai pukul-pukulan.
canggung yang sungguh sangat menyiksa perut keram ku, pula jantung ku.
degupnya seolah ingin berteriak, bertanya apa maksudnya kepadaku selama ini, bercanda kah? atau... ah sudahlah.
tapi canggung berhasil kutepis, ku ajak saut sepatah dua patah kata.
kembali diam
kemudian bersautan lagi.
dan ditengah kesakitan perut juga jantung ku, kurebahkan kepalaku pada bahunya yang kokoh. dan seketika kurasakan tulang punggungnya menegak. tapi tetap ku rebahkan kepalaku.
hanya ingin tau rasanya, berada di bahu orang yang selama ini bisa-bisanya mengacak-acak pikiranku.
dan sekilas, kurasakan hangatnya, ketenangannya, kemudian kuangkat lagi kepalaku. mencoba menjernihkan kepala ku, (((aku tak seharusnya berbuat seperti itu))).
tapi seolah bawaan perut sakit nan manja ini, memang memintaku untuk sedikit bertumpuh padanya untuk menenangkan sedikit kesakitan yang aku derita.
dan, entahlah, malam ini aneh,
konyol.
aku sangat ingin tau banyak tentang kamu, tapi susah bilang.
mau banyak tanya, nanti dibilang cerewet.
mau banyak omong, perutku gak ngizinin aku banyak omong.
dan akhirnya kecanggungan usai.
kami sampai di depan pagar rumahku.
ah, mungkin kalo belum pukul 23, sudah kuajak masuk. tapi kalaupun ini pukul 19, tak mungkin juga ku berani bilang begitu.
katanya sebelum pergi,
"langsung tidur ya biar agak enakan, semoga cepet sembuh"
jujur sih sakitnya tuh kayak agak ilang, tapi 5 menit kemudian sakit lagi, karna 5 menit sebelumnya, aku sibuk deg-degan.
konyol.
setelah ku haturkan terimakasih, dia jawab,
"iya sama-sama,yaudah gue balik yaa, assalamualaikum"
5 meter dari rumah masih kupandangi punggung itu.
sialan.
kok jadi gini perasaanku.
sumpah,
ini konyol.
aku sadar kemudian masuk ke rumah.
30 menit kemudian usai beres-beres kucoba sekedar basa-basi,
"udah sampe rumah belom?... makasih ya udah dianter.."
konyolnya, jawabannya cuma
"udah daritadi kok, iya sama-sama"
udah? gitu doang? iya!
makanya kan kubilang, konyol.
kamu itu konyol!
lebih konyolnya lagi, aku penasaran sama kamu.
ah, konyol!
0 komentar