Aku sedang tertawa saat ini, menertawakan diriku sendiri.
Kuingat beberapa hal dalam perjalananku mengeri cinta.
Aku tertawa mengingat semuanya, betapa cinta benar-benar menjadi suatu hal yang mengasyikkan ketika aku kecil dulu.
Dimulai saat aku SD, aku pernah menangis karna ada adik kelasku yang menyukaiku, kepalanya lonjong seperti semangka. Dia mengikutiku saat pulang sekolah, dan aku selalu bergidik melihatnya.
Kemudian pernah dia berikan padaku 1 set perhiasan mainan, ada kalung, gelang, cincin, dan anting-anting. "Nanti kalo udah gede aku beliin yang bagus tan", sambil diberikannya kemasan itu padaku. Aku hanya terdiam kemudian lari sekencang mungkin menuju rumah, dia tetap mengikuti. Esoknya kutemukan ia depan pagar rumah, sambil pegang bantal berbentuk hati berwarna merah muda "intan cinta pertamaku, ini untuk kamu!" Lalu aku panik, dan pembantuku keluar untuk menyuruhnya pulang, lalu pembantuku kembali membawakan bantal itu untuk aku.
Pernah juga dia minta teman-temannya menyuruhku ke sekolah saat sore dan semua guru sudah pulang, ternyata dia mau bacakan puisi cinta untukku. Gila pikirku.
Pernah juga aku coba-coba pacaran, dengan teman sekelasku, dia senang berikan aku hadiah, biasanya boneka dan coklat. Sekarang aku masih sering bertemu dia di stasiun ketika mau berangkat kuliah, dia jadi security stasiun dan kadang dia suka malu melihatku, aku sih biasa saja, tapi lucu juga kalau diingat.
SMP pun tiba, lagi centil-centilnya katanya. Pertama kali aku pacaran sampai pegangan tangan. Geli rasanya kalau ingat.
Di SMP juga aku bertemu cinta pertama, pacaran sampai setahun lebih. Untuk ukuran anak SMP itu sudah lama sekali. Namun, tentu saja cinta pertama tak pernah mulus, dan jadilah ia hanya kenangan cinta monyet ku. Akupun menjalani masa itu penuh debaran, apalagi sering pulang belakangan biar bisa berduaan di lorong sekolah, sampai akhirnya aku merasakan ciuman pertama, sama sepertinya yang pertama juga. Rasanya jantungku mau lari, aku lemas dan sangat bahagia. Namun sekali lagi cinta pertama tak pernah mulus adanya.
Meski belum terlalu lama ini aku sempat pergi berdua dengan si cinta pertama, namun kita saling tertawa, berubah sekali, dia makin kurus, akunya subur, dan kita sibuk bernostalgia zaman itu.
Masih di SMP, aku pernah berpacaran dengan anak sahabat orang tuaku, bahkan pernah memacari anak wali kelasku. Gila juga aku.
Lulus dari SMP tentu aku merasa lebih dewasa lagi.
Kini orang dari zaman SMP ku hadir, mantan teman sebangku waktu kelas 7 dulu. Katanya dia pendam perasaan suka padaku dari kelas 7 hingga aku kelas 10 SMK. Dan aku adalah cinta pertamanya. Karna dia suka makanya dia sering mengerjaiku dulu, pantas saja. Tapi karna tersanjung atas pernyataannya, kuterima dia jadi pacar. Sayangnya sejak usai kelas 8, dia pindah ke Kalimantan, jadilah pertama kalinya aku LDR, gitu kata anak jaman sekarang. Naasnya putus juga, tidak mungkin aku yang masih bocah bisa LDR'an. Tapi kami masih berteman hingga sekarang meski jarak kita berjauhan.
Masih di jaman SMK, aku kenalan dengan yang lebih dewasa dari aku. Dia sudah kerja, namun umurnya hanya beda 3 tahun dari aku. senang sekali rasanya, pacaran sama yang sudah dewasa. Tapi lama-lama aku pusing juga, aku belum siap bergabung dengan dunianya yang rumit, aku masih ingin menikmati masa remajaku. akhirnya usai juga hubungan itu.
Di sekolah SMK ku dulu, ada praktik kerja di sekolah, aku jurusan Administrasi Perkantoran, aku yang bergaya seperti sekretaris dapat giliran jaga lobby, jaga perpus, dan jaga meja piket, tentu saja bebas mata pelajaran selama seminggu.
Tugasku waktu itu jaga meja piket, dipaginya aku harus berkeliling semua kelas untuk menghitung total kehadiran tiap kelas. Aku gak sadar kalo saat itu ada yang memerhatikanku dari kelas lain.
Besoknya aku gak masuk karna sakit, kemudian kata temanku yang praktik juga, ada yang mencariku lalu titip salam, dan disampaikan pas aku masuk lagi.
Aku gak tau orangnya yang mana, katanya anak Pemasaran dan anak Basket.
Kemudian ketika sedang istirahat ke 2, anak-anak basket sedang latihan di lapangan, temanku menunjuk salah seorang yang sedang berdiri di pinggir lapangan, kemudian dia menyapaku, aku malu, lalu lari. Katanya dia kapten basket, ah bodo amat.
Tapi teman-temanku malah nyomblangi aku, dan berikan akses padanya biar bisa dekat denganku.
Sampai pada akhirnya kuladeni juga, dan kami janjian pergi atletik bareng di daerah Rawamangun, Velodrome namanya.
Pulangnya aku main kerumah temannya, bersama teman-temanku juga.
Tak kusangka dia menembak aku depan teman-temanku. Dan karna senang juga, aku terima.
Pacarannya lucu, dan terlalu di umbar, hanya bikin orang lain iri saja. Dan dia sering sekali mengunjungi rumahku malam-malam dari depan doang tapinya, cuma buat dadah-dadah dari jauh.
Aku lupa karna apa, yang pasti kita putus juga.
Dan akhirnya aku dekat dengan salah satu teman di twitter ku, hubungan kami rumit, dia punya pacar, dan rumah kami sangat jauh. Aku di Kalibata, dia di pertengahan antara Bekasi, dan Gunung Putri. Kalau naik motor kesana butuh 2 Jam, kayak mau ke Bandung lewat tol tapinya.
Yang jelas setelah dia dan pacarnya putus, kami ketemuan. Mana pertama kali ketemuan aku juga langsung ketemu keluarganya juga.
3 hari setelah ketemuan, dia nembak, aku terima.
Aku kira kita LDR antar kota, gataunya kita justru sering ketemu karna dia kuliah di salah satu kampus swasta ternama di pal merah. Akhirnya kita jadi sering ketemu.
Dan aku menjalani ratusan hari bersamanya.
Dari mulai berantem, bahagia, senang, sedih, sinetron, drama korea, semua kita lewati bersama.
Dan selalu ada dia di samping ku apapun keadaannya, termasuk pegangin tanganku waktu aku kecelakaan masuk UGD.
Pokoknya banyak moment gak bisa aku lupa, dan dia masih jadi objek dadi beberapa tulisanku di blog ini.
Setelah 3,5 tahun aku bersamanya, aku berpacaran dengan orang yang sudah bekerja lagi. Tapi tidak lama, karna aku masih suka keingetan sama yang ngejajahku 3,5 tahun itu.
Dan tumbuhlah aku seperti sekarang ini, semakin aku dewasa dan berbagai macam cerita cinta aku alami. Itu baru sebagian saja, masih ada yang lain cuma aku capek tulisnya.
Yang kutau sekarang ini aku jadi banyak belajar bahwa butuh perjalanan mengerti cinta, dan makin dewasa aku sekarang, sejak umurku beranjak dewasa ke 20an, aku mulai banyak berpikir-pikir untuk kembali memulai sebuah hubungan, entah trauma atau apa, yang jelas aku ingin lebih menghargai cinta dan lebih menikmati bagaimana prosesnya, terlebih hanya bahagianya saja yang aku cari. Aku belum mau mengambil resiko untuk mengalami bumbu pedas atau pahit dalam hubungan, karna aku sudah dewasa, aku harus lebih pandai pilah pilih sekarang.
Walau gak aku pungkiri, selalu banyak yang mencoba memulai hubungan bersamaku, meski buruknya rupaku sekarang, aku masih banyak pertimbangan dan alasan, akhirnya mereka hanya datang silih berganti.
Sungguh terserah mau bilang aku egois hanya mau enaknya saja. Terserah. Aku hanya lelah. Apa salahnya manusia ingin enaknya saja.
Tapi suatu hari nanti, pasti aku coba lagi, dan menikmati rasa tidak enak bahkan sakit itu lagi, tapi aku yakin, selalu ada pelangi setelah badai. Yakan?
Aku percaya kok.
Kuingat beberapa hal dalam perjalananku mengeri cinta.
Aku tertawa mengingat semuanya, betapa cinta benar-benar menjadi suatu hal yang mengasyikkan ketika aku kecil dulu.
Dimulai saat aku SD, aku pernah menangis karna ada adik kelasku yang menyukaiku, kepalanya lonjong seperti semangka. Dia mengikutiku saat pulang sekolah, dan aku selalu bergidik melihatnya.
Kemudian pernah dia berikan padaku 1 set perhiasan mainan, ada kalung, gelang, cincin, dan anting-anting. "Nanti kalo udah gede aku beliin yang bagus tan", sambil diberikannya kemasan itu padaku. Aku hanya terdiam kemudian lari sekencang mungkin menuju rumah, dia tetap mengikuti. Esoknya kutemukan ia depan pagar rumah, sambil pegang bantal berbentuk hati berwarna merah muda "intan cinta pertamaku, ini untuk kamu!" Lalu aku panik, dan pembantuku keluar untuk menyuruhnya pulang, lalu pembantuku kembali membawakan bantal itu untuk aku.
Pernah juga dia minta teman-temannya menyuruhku ke sekolah saat sore dan semua guru sudah pulang, ternyata dia mau bacakan puisi cinta untukku. Gila pikirku.
Pernah juga aku coba-coba pacaran, dengan teman sekelasku, dia senang berikan aku hadiah, biasanya boneka dan coklat. Sekarang aku masih sering bertemu dia di stasiun ketika mau berangkat kuliah, dia jadi security stasiun dan kadang dia suka malu melihatku, aku sih biasa saja, tapi lucu juga kalau diingat.
SMP pun tiba, lagi centil-centilnya katanya. Pertama kali aku pacaran sampai pegangan tangan. Geli rasanya kalau ingat.
Di SMP juga aku bertemu cinta pertama, pacaran sampai setahun lebih. Untuk ukuran anak SMP itu sudah lama sekali. Namun, tentu saja cinta pertama tak pernah mulus, dan jadilah ia hanya kenangan cinta monyet ku. Akupun menjalani masa itu penuh debaran, apalagi sering pulang belakangan biar bisa berduaan di lorong sekolah, sampai akhirnya aku merasakan ciuman pertama, sama sepertinya yang pertama juga. Rasanya jantungku mau lari, aku lemas dan sangat bahagia. Namun sekali lagi cinta pertama tak pernah mulus adanya.
Meski belum terlalu lama ini aku sempat pergi berdua dengan si cinta pertama, namun kita saling tertawa, berubah sekali, dia makin kurus, akunya subur, dan kita sibuk bernostalgia zaman itu.
Masih di SMP, aku pernah berpacaran dengan anak sahabat orang tuaku, bahkan pernah memacari anak wali kelasku. Gila juga aku.
Lulus dari SMP tentu aku merasa lebih dewasa lagi.
Kini orang dari zaman SMP ku hadir, mantan teman sebangku waktu kelas 7 dulu. Katanya dia pendam perasaan suka padaku dari kelas 7 hingga aku kelas 10 SMK. Dan aku adalah cinta pertamanya. Karna dia suka makanya dia sering mengerjaiku dulu, pantas saja. Tapi karna tersanjung atas pernyataannya, kuterima dia jadi pacar. Sayangnya sejak usai kelas 8, dia pindah ke Kalimantan, jadilah pertama kalinya aku LDR, gitu kata anak jaman sekarang. Naasnya putus juga, tidak mungkin aku yang masih bocah bisa LDR'an. Tapi kami masih berteman hingga sekarang meski jarak kita berjauhan.
Masih di jaman SMK, aku kenalan dengan yang lebih dewasa dari aku. Dia sudah kerja, namun umurnya hanya beda 3 tahun dari aku. senang sekali rasanya, pacaran sama yang sudah dewasa. Tapi lama-lama aku pusing juga, aku belum siap bergabung dengan dunianya yang rumit, aku masih ingin menikmati masa remajaku. akhirnya usai juga hubungan itu.
Di sekolah SMK ku dulu, ada praktik kerja di sekolah, aku jurusan Administrasi Perkantoran, aku yang bergaya seperti sekretaris dapat giliran jaga lobby, jaga perpus, dan jaga meja piket, tentu saja bebas mata pelajaran selama seminggu.
Tugasku waktu itu jaga meja piket, dipaginya aku harus berkeliling semua kelas untuk menghitung total kehadiran tiap kelas. Aku gak sadar kalo saat itu ada yang memerhatikanku dari kelas lain.
Besoknya aku gak masuk karna sakit, kemudian kata temanku yang praktik juga, ada yang mencariku lalu titip salam, dan disampaikan pas aku masuk lagi.
Aku gak tau orangnya yang mana, katanya anak Pemasaran dan anak Basket.
Kemudian ketika sedang istirahat ke 2, anak-anak basket sedang latihan di lapangan, temanku menunjuk salah seorang yang sedang berdiri di pinggir lapangan, kemudian dia menyapaku, aku malu, lalu lari. Katanya dia kapten basket, ah bodo amat.
Tapi teman-temanku malah nyomblangi aku, dan berikan akses padanya biar bisa dekat denganku.
Sampai pada akhirnya kuladeni juga, dan kami janjian pergi atletik bareng di daerah Rawamangun, Velodrome namanya.
Pulangnya aku main kerumah temannya, bersama teman-temanku juga.
Tak kusangka dia menembak aku depan teman-temanku. Dan karna senang juga, aku terima.
Pacarannya lucu, dan terlalu di umbar, hanya bikin orang lain iri saja. Dan dia sering sekali mengunjungi rumahku malam-malam dari depan doang tapinya, cuma buat dadah-dadah dari jauh.
Aku lupa karna apa, yang pasti kita putus juga.
Dan akhirnya aku dekat dengan salah satu teman di twitter ku, hubungan kami rumit, dia punya pacar, dan rumah kami sangat jauh. Aku di Kalibata, dia di pertengahan antara Bekasi, dan Gunung Putri. Kalau naik motor kesana butuh 2 Jam, kayak mau ke Bandung lewat tol tapinya.
Yang jelas setelah dia dan pacarnya putus, kami ketemuan. Mana pertama kali ketemuan aku juga langsung ketemu keluarganya juga.
3 hari setelah ketemuan, dia nembak, aku terima.
Aku kira kita LDR antar kota, gataunya kita justru sering ketemu karna dia kuliah di salah satu kampus swasta ternama di pal merah. Akhirnya kita jadi sering ketemu.
Dan aku menjalani ratusan hari bersamanya.
Dari mulai berantem, bahagia, senang, sedih, sinetron, drama korea, semua kita lewati bersama.
Dan selalu ada dia di samping ku apapun keadaannya, termasuk pegangin tanganku waktu aku kecelakaan masuk UGD.
Pokoknya banyak moment gak bisa aku lupa, dan dia masih jadi objek dadi beberapa tulisanku di blog ini.
Setelah 3,5 tahun aku bersamanya, aku berpacaran dengan orang yang sudah bekerja lagi. Tapi tidak lama, karna aku masih suka keingetan sama yang ngejajahku 3,5 tahun itu.
Dan tumbuhlah aku seperti sekarang ini, semakin aku dewasa dan berbagai macam cerita cinta aku alami. Itu baru sebagian saja, masih ada yang lain cuma aku capek tulisnya.
Yang kutau sekarang ini aku jadi banyak belajar bahwa butuh perjalanan mengerti cinta, dan makin dewasa aku sekarang, sejak umurku beranjak dewasa ke 20an, aku mulai banyak berpikir-pikir untuk kembali memulai sebuah hubungan, entah trauma atau apa, yang jelas aku ingin lebih menghargai cinta dan lebih menikmati bagaimana prosesnya, terlebih hanya bahagianya saja yang aku cari. Aku belum mau mengambil resiko untuk mengalami bumbu pedas atau pahit dalam hubungan, karna aku sudah dewasa, aku harus lebih pandai pilah pilih sekarang.
Walau gak aku pungkiri, selalu banyak yang mencoba memulai hubungan bersamaku, meski buruknya rupaku sekarang, aku masih banyak pertimbangan dan alasan, akhirnya mereka hanya datang silih berganti.
Sungguh terserah mau bilang aku egois hanya mau enaknya saja. Terserah. Aku hanya lelah. Apa salahnya manusia ingin enaknya saja.
Tapi suatu hari nanti, pasti aku coba lagi, dan menikmati rasa tidak enak bahkan sakit itu lagi, tapi aku yakin, selalu ada pelangi setelah badai. Yakan?
Aku percaya kok.
0 komentar