Malam tadi ku akhiri dengan namamu, hampir sama dengan malam-malam yang lainnya.
Dan hingga menjelang pagi, kau pun masih menemaniku dari jauh sana.
Entah bagaimana aku harus kembali menamainya, apa aku jatuh cinta?
Dan namamu yang selalu hadir selalu memberiku sebuah harapan bahwa aku akan merasakan hal itu kembali, dengan cerita bersamamu.
Hari demi hari berlalu, mataku selalu mencari kehadiranmu, pahit bila ingin kuucap aku rindu, tapi kurasa memang iya, aku rindu kamu.
Banyak hal sederhana yang membuat dirimu begitu istimewa dimataku yang belum lama selalu menangisi masa lalu. Kau merubahnya menjadi senyuman.
Aku suka bagaimana caramu memperlakukanku, tidak terlalu tinggi tidak terlalu rendah, tidak terlalu berlebihan dan begitu sederhana. Namun sekali lagi aku suka.
Belum lama aku bilang kepada salah satu sahabatku, menurutku ada beda antara cinta dan hasrat ingin memiliki. Dan apakah ini hanyalah sekedar ketakutan karna bertepuk sebelah tangan?
Tentu tidak.
Jika kita tetap berfokus pada hakikat cinta sesungguhnya, yaitu untuk saling berbagi rasa dan menciptakan bahagia.
Dan hasrat untuk memiliki, hanyalah bagaimana cinta diuji dengan kesabaran.
Banyak yang bilang, cinta harus diucap, agar ia tidak lari lagi.
Namun entah aku hanya ingin menikmati rasa ini, aku bahagia, dan tidak ingin merasakan yang lainnya selain kebahagiaan ini.
Aku tidak ingin dia tau, entah karna aku takut justru dijauhi, atau rasa penasaran dengan apa yang dia rasakan padaku, apakah sama dengan ku?
Aku kebabisan kata,
Yang jelas saat ini aku bahagia.
Aku rindu kamu.
Dan membiarkan mata ini dimanjakan dengan senyummu kepadaku.
Dan hingga menjelang pagi, kau pun masih menemaniku dari jauh sana.
Entah bagaimana aku harus kembali menamainya, apa aku jatuh cinta?
Dan namamu yang selalu hadir selalu memberiku sebuah harapan bahwa aku akan merasakan hal itu kembali, dengan cerita bersamamu.
Hari demi hari berlalu, mataku selalu mencari kehadiranmu, pahit bila ingin kuucap aku rindu, tapi kurasa memang iya, aku rindu kamu.
Banyak hal sederhana yang membuat dirimu begitu istimewa dimataku yang belum lama selalu menangisi masa lalu. Kau merubahnya menjadi senyuman.
Aku suka bagaimana caramu memperlakukanku, tidak terlalu tinggi tidak terlalu rendah, tidak terlalu berlebihan dan begitu sederhana. Namun sekali lagi aku suka.
Belum lama aku bilang kepada salah satu sahabatku, menurutku ada beda antara cinta dan hasrat ingin memiliki. Dan apakah ini hanyalah sekedar ketakutan karna bertepuk sebelah tangan?
Tentu tidak.
Jika kita tetap berfokus pada hakikat cinta sesungguhnya, yaitu untuk saling berbagi rasa dan menciptakan bahagia.
Dan hasrat untuk memiliki, hanyalah bagaimana cinta diuji dengan kesabaran.
Banyak yang bilang, cinta harus diucap, agar ia tidak lari lagi.
Namun entah aku hanya ingin menikmati rasa ini, aku bahagia, dan tidak ingin merasakan yang lainnya selain kebahagiaan ini.
Aku tidak ingin dia tau, entah karna aku takut justru dijauhi, atau rasa penasaran dengan apa yang dia rasakan padaku, apakah sama dengan ku?
Aku kebabisan kata,
Yang jelas saat ini aku bahagia.
Aku rindu kamu.
Dan membiarkan mata ini dimanjakan dengan senyummu kepadaku.
0 komentar