Sebentar lagi matahari pagi akan menyapamu, usai dicumbu malam dengan rintik hujan
Jalanan masih basah, rindu makin tajam terasah
Lalu memori mengulang cerita, 21 tahun yang lalu seorang hawa melahirkanmu penuh sukacita, bagaimana hari pernah menjadi baik sebelumnya, pada awal dirimu mengenal dunia
Terekam bagaimana tangan-tangan penuh kasih sayang pernah menuntunmu berjalan, menyusuri liku kehidupan
Hingga bagaimana kamu dapat berjalan sendiri, terjatuh namun bangkit kembali
Kemudian terbentuklah kamu, seorang insan ciptaan Tuhan yang telah berbagi banyak warna dan cerita kepada tanah, langit, air, diatas bumi
Tentang bagaimana mimpi dapat membuat melayang, dan kenyataan menghempaskannya.
Maka bagilah cerita lainnya padaku, selayaknya kamu mendengarkan ceritaku
Jadilah pensil warna, dan warnailah hari-hariku juga banyak orang disekitarmu, dan buat keceriaan didalam cerita mereka
Hari ini, banyak doa terpanjat untukmu, sebagai rasa syukur padaNya karna telah menciptakanmu menjadi sebaik-baiknya dirimu untuk mereka
Dan impian akan menjemputmu kelak, dengan sejuta pengharapan, bahwa seberat apapun harimu esok, kamu akan tetap kuat, dan pelangi selalu menunggumu
Telah ku pinta pergi kesedihan agar jauh dari dirimu, dan menggantikannya dengan nyanyian kebahagiaan
Jangan murung kembali, anggaplah semua hari adalah yang ke 12 bulan 2, sehingga tak pantas kamu pasang murungmu lagi
Selamat menempuh yang ke 21, temanku.
Aku bersuka cita, untukmu.
0 komentar