(Bagian satu)
"Siapa kamu?"
Kataku didepan cermin.
Aku melihat aku, tapi bukan aku.
Ya, ini adalah monolog dariku, tentang aku, dan untukku.
Aku melihat sisi-sisi lain dalam diriku.
Abstrak, acak, terbolak balik.
Sisi ini baru ada sekarang.
Aku tidak lahir dengannya, dan ia bukan bagian dari diriku.
Namun rasanya, kami terpaut, terasa familiar, dekat, mungkin pernah bertemu.
Ini serasa ia lahir, dari kesalahan masalalu.
Aku putuskan untuk menjabatnya.
"Hai, aku adalah dirimu juga. Dirimu yang lain"
"Ya, bisakah kita berdamai?"
Dan sejak saat itu, aku dan sisi lain itu menjadi satu.
0 komentar