Ingat saat kamu dan dia pernah jadi pembunuh?
Membunuh waktu bersama
Membunuh sedih bersama
Membunuh sepi bersama
Jalani masa dimana detik jadi begitu cepat terlalui, dan seolah kalian butuh lebih dari 24 jam dalam sehari.
Tangan jadi begitu rapuh, sehingga kalian hanya ingin berpegangan tangan, untuk saling menguatkan.
Bahkan hujan tidak lagi menjadi hal sial, karna ia membuat waktu untuk kalian bersama semakin panjang.
Dan dunia tak butuh orang lain, cukup kalian berdua saja.
Disanalah saat rasa lain telah mati, kecuali cinta yang tumbuh setiap harinya.
Dan disanalah kita terlalu lupa.
Terlalu bertumpu, terlalu berharap, terlalu percaya, terlalu cinta.
Lupa bahwa semua hal bisa saja berubah.
Kau mencinta hari ini,
Kau membenci esok hari.
Kau bahagia hari ini,
Kau berduka esok hari.
Ada roda-roda yang terus berputar, tak bisa kau ganjal sekalipun. Kehidupan namanya.
Sekejap saja, ia mati, tertikam cintamu sendiri.
Kemudian pikiranmu hanya sibuk menolak kenyataan. Dan ia sibuk membangun hari barunya tanpamu.
Kau hanya ciptakan ia sebagai ilusi dalam bayangan yang selalu akan bersamamu, namun bayangan itu selamanya tidak akan menyatu denganmu, terlihat dekat namun tak dapat dicapai, terlihat bersama namun ia tak bernyawa.
Roda kehidupan menabrakmu. Kau sadar, namun hilang akal. Berharap semua tak terjadi, lahir kata menyesal.
Andai, andai, andai..
Namun penyesalan tak berguna.
Orang baru akan membawa siklus itu kembali.
Terjadi, lagi, lagi, lagi.
Sesal atau sadarmu tak perlu lagi. Begitulah hingga kau mati, membusuk jadi manusia tak berarti, yang tak belajar dan terlatih.
Maka
Bahagialah seperlunya, sedihlah seperlunya, cintapun seperlunya.
Bertumpulah di kakimu sendiri.
Dan bergurulah pada apa yang pernah terjadi.
Jangan sampai kau tertabrak lagi.
0 komentar