Diberdayakan oleh Blogger.

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

CATEGORY >

Matahari pagi membawa lagi namamu
Tak ada air mata keluar, lambat laun kenyataan telah menyadarkanku, sesungguhnya hingga hari ini aku dapat berdiri tanpamu, meski angin sempat menggoyahkanku atas kepercayaan diri ini, aku masih tetap bernafas dengan jutaan namamu dalam sel otak ku, tak lantas membuat aku mati sesenggukan.

Aku mencoba membuka mataku lebar-lebar, sembari mengulang ingatan tentang apa yang selama ini aku lalui, bagaimana aku melepas hal yang tak lagi menjadi milikku, bagaimana aku merelakannya, bagaimana aku mengikhlaskan suatu kenangan yang memang hanya untuk dikenang, bukan dimiliki lagi, karna satu-satunya hal yang kita miliki, adalah hari ini, sedangkan besok, adalah harapan.

Dan hari ini, bersama matahari, aku berharap esok aku bisa hidup tenang tanpa lagi menangisi kepergian orang yang memang tak ingin berjalan bersamaku, tak ingin memegang kembali tanganku, dan membuat seolah dimulai atau diakhiri itu adalah haknya, dan aku tak punya hak itu sama sekali.

Ini adalah saatnya aku mengambil hak milikku, otak dan pikiran yang seharusnya menjadi sepenuhnya milikku, yang sejak sebulan ini kamu bajak sesukamu.

Aku menaruh harapan, agar esok, aku dapat mencintai diriku sendiri, dan menghargai orang yang mencintaiku, tidak seperti kamu.

Memang munafik adanya aku menulis ini, tak bisa kupungkiri jika memang benar adanya aku masih teringatkan kenangan itu, namun, biarlah tulisan ini menjadi saksi bahwa aku punya niat untuk merdeka lagi.

Hari esok sepenuhnya akan menjadi milikku lagi, aku akan menatanya dengan baik, sebaik-baik keputusanmu untuk melangkah pergi, sebaik-baik keputusanmu menarikku, kemudian menyingkirkanku.

Aku selalu ingat bagaimana orang yang telah menghabiskan beberapa kalender bersamaku, membuat penuh warna didalamnya, dan aku bisa mengikhlaskan dirinya, atas nama hakikat cinta, aku ingin orang yang aku cinta bahagia, dengan atau tanpa aku.
Dan aku akan melakukan hal yang sama, dengan kamu yang kuhabiskan waktu hitungan jari, aku yakin bisa melewatinya, jadi sebenarnya yang aku butuhkan bukan kamu yang melangkah pergi, tapi waktu yang merangkulku agar terus melalui semua ini.

Dan waktuku tak akan pernah membawa kamu kembali. Bagaimanapun aku menagisinya, ia tak akan membawamu kesini.

Aku berharap, esok aku temukan kembali senyumku, senyum yang tak ingin kau lihat, senyumku yang tak kau perjuangkan. Namun aku akan berjuang untuk itu.

Kamu percaya aku bisa, iya, aku bisa. Tanpa kau percayai, aku memang pasti bisa.

Terimakasih atas pembuangan waktumu denganku, aku pikir, kamu salah memilih 'rest area', kamu salah memilih tempat singgah. Juga terimakasih atas pelajaran yang begitu berharga, tentang seorang lelaki yang tak pernah memikirkan keputusannya, selama itu hanya menyangkut diri dan kesenangannya sendiri, tanpa memikirkan orang yang terlihat didalamnya.
Dan maaf, ternyata aku mematahkan harapanmu tentang aku, aku yang ternyata tidak sanggup mengikuti alurmu, sesungguhnya kamu hanya menyeretku, bukan mengajakku perlahan, tanpa aku bisa melihat sekelilingku, tanpa sempat aku melihat diriku sendiri, dan kau buat aku hanya melihat kamu dalam seretan di genggaman tanganmu.

Berbahagialah kamu, atas dirimu yang hanya melihat dirimu saja. Berbahagialah, semoga suatu saat nanti Tuhan membuka matamu, dan membuat kamu melihat sekelilingmu..

Aku masih rindu, tapi semoga besok rinduku terobati dengan hal lain yang lebih menghargai perasaan rinduku.

Besok akan menjadi milikku,
Sepenuhnya akan menjadi milikku.

Share on:

Malam yang sesungguhnya sepi lambat laun terasa semakin ramai, karna kamu memenuhi kepalaku.

Ada 1 rasa syukur ketika kamu memutuskan pergi, terkuak 1 rahasia dalam tubuh ini yang terbongkar, dan entah apa jadinya bila kamu tak meninggalkan aku, dan aku tak akan pernah mengetahui rahasia ini.

Tapi malam ini, benar-benar ada perasaan teduh yang terasa, tidak seperti kemarin, aku selalu dibuat sesak nafas, sesenggukan menangis, dan mendapati mataku bengkak dipaginya, tersiksa menahan betapa aku rindu kamu.
Perasaan malam ini berbeda, aku merasa... Dekat denganmu...  Padahal sama sekali tidak.
Aku merasa, teduh, seperti ada kamu disisiku, padahal mungkin sama sekali kamu tidak memikirkanku. Kepalaku penuh dengan dirimu, dan hebatnya tidak ada air mata setetespun turun, seolah kamu menahannya, menahan jatuhnya air mata itu, seperti yang kamu lakukan di waktu terakhir kita bertemu.

Entah aku merasa ada hadirmu, padahal dirimu sama sekali tidak ada disini, atau dimanapun dihidupku, karna mungkin kamu sudah memutuskan menjauhi kehidupanku, dan berbahagia dengan kehidupanmu sendiri.

Dapatkah kamu menjawab, mengapa aku merasa seperti ini sekarang, aku benar benar merasa kamu berada disisiku, memegang tanganku.

Apa karna.... Aku begitu merindukanmu..

Ternyata butuh waktu sebentar untuk melayang, butuh waktu sebentar untuk terjatuh, namun butuh waktu yang lama untuk bangkit setelahnya..

Seburuk apapun aku telah menilaimu, sekuat apapun aku mencoba membencimu, yang aku dapatkan hanyalah rasa rindu yang makin menggila.

Aku ingin bertemu kamu. Ingin bertemu, "sayangku, sayangku yang dari tak seberapa menjadi berharga".

Sesungguhnya 3 hari ini aku sudah berniat untuk tidak menutup diriku, aku mencoba pergi dengan seseorang baik-baik, dia pun memperlakukanku baik-baik, kami bertemu dan berbicara baik-baik, bahwa aku masih menyayangi kamu.. Aku tak bisa lagi membohongi diriku, apalagi orang lain, aku sungguh rindu kamu.

Kamu sudah jadi obatku lagi, menyemangatiku lagi, menjadi kekuatanku lagi.. Namun ketika aku menulis ini, di detik ini, aku sadar, bahwa,

Aku berhalusinasi.

Peluk aku, disini dingin.
Dan genggam tanganku, agar aku kuat lagi.

Aku rindu kamu.

Share on:

Matahari sudah sampai di atas kepala, aku masih belum beranjak bangun meski aku sudah membuka mata sejak pukul 9.

Kepalaku seakan berputar, dan mataku sakit, sebelum dan setelah tidur aku menguras kembali air mataku.

Nafasku terderu panas, aku lemas, dan sekali lagi air mata yang keluar ini membuat kepalaku sakit.

Aku bingung aku kenapa, tidak biasanya menangis hingga seperti ini.
Aku masih bingung dengan apa yang terjadi padaku.
Aku bingung, yang kemarin aku lalui itu, mimpi atau bukan, yang pasti buruk sekali.

Saat aku ditelpon seorang teman yang menanyakan keadaanku, jawab dirinya "begitu, kalo cinta gak cuma pake hati, tubuh jadi ikut kehilangan vitaminnya, makanya sudah kubilang, jangan mudah percaya"

Sejak kapan aku jadi orang yang mudah percaya, sejak aku mengenalnya.
Dulu aku tidak begini.
Dan ketika aku jatuh, aku hanya menyesali perbuatanku, atas kepercayaan diriku, yang ternyata seribu persen salah.

Aku dan tubuhku kaget menerimanya. Aku bahkan tidak ingat lagi bagaimana cara berselera makan. Sungguh ini menyiksa.

Ada juga yang berpendapat "puas puasin sedih sekarang, tapi besok jangan lagi"
Bagaimana bisa?
Yang aku tau, saat ini kepalaku berputar.
Nyaris butuh waktu lama untuk jempolku mengetik ini dengan satu tangan.
Dan seakan kesakitan ini menandakan betapa berat memikirkan mu, hingga kepalaku rasanya terlalu berat untuk di paksa bangun.

Aku berlebihan?
Iya.
Akupun kaget.
Aku butuh obatku, obatku yang pernah aku ceritakan sebelumnya,
Aku butuh kamu.

Share on:

Aku sedang berada di ujung lagi, sekali lagi Tuhan memang Maha pembalik hati manusia. Tuhan Maha adil, Dia tak ingin aku terlalu melayang, maka kali ini aku dihempaskan olehnya, melalui seseorang yang dengan susah payah aku bangun kepercayaan untuknya, hingga aku sangat menyayanginya.

Aku bingung, siapa yang salah disini.
Aku yang terlalu perasa atau kamu yang terlalu gegabah.

Disatu sisi aku menunjukan kekuranganku yang ternyata tak bisa kamu toleransi, hingga akhirnya perubahan demi perubahan terjadi hingga kamu memutuskan tidak melanjutkannya denganku.
Haruskah aku menyalahkan diri atas kebodohan yang kuperbuat, atas diriku yang sebenarnya dan kamu tak bisa terima..
Namun sesungguhnya, sungguh sungguh aku sudah bulatkan tekad, aku memang mau berubah untuk kamu, menjadi wanita yang lebih baik untuk kamu.

Ini baru 1, dari 1000 hitamnya diriku, dan meski aku sedang berusaha berubah, kamu tak menerima, lantas bagaimana dengan 999 hitam lainnya? Sedangkan aku sudah terlanjur menyayangi kamu.

Pikiranku sibuk menerjemahkan apa yang kamu maksud, apa yang kamu mau, dan hanya akan berujung pada, sesungguhnya kamu hanya membuangku perlahan, tapi pasti.

Dan aku menyesali kebodohanku, untuk menyayangi kamu sepenuhnya, seperti yang aku bilang, kamu seperti orang yang memang sudah lama aku cari, namun kini aku tersiksa atas diriku yang terlalu perasa dan terbawa suasana, ini barulah hitungan hari, bisa dihitung dengan jari-jari tubuh, namun kebodohan ini membuat seolah aku sudah menghabiskan beberapa kalender bersama mu.

Terlebih kenyataan menyakitkan lainnya, bahwa kamu tidak menyayangiku, seperti yang ada dipikiranku, kamu hanya turut terbawa suasana dan hanya menyayangi diri kamu sendiri.

Kamu bilang, kenangan telah membuatmu menghargai hari-hari kedepan, dan kepercayaanmu bahwa kamu akan dapat yang lebih baik dari sebelumnya, maka itulah pedomanku, pedomanku untuk mencintaimu, aku ingin jadi yang lebih baik untuk kamu, menjadi orang yang memang benar bisa membuat kamu nyaman, seperti katamu, kenyamanan adalah nomer satu. 
Aku ingin menjadi salah satu semangatmu, seperti katamu, kamu selalu semangat kerja karna kamu berpikir dan membayangkan ada yang menunggu kamu dirumah, yaitu aku. Maka aku akan mengalahkan segala rasa egoku untuk memilikimu sepenuhnya, dan memberikan dorongan sebisaku, agar kamu selalu merasakan semangat itu, aku selalu menunggu kamu pulang, meskipun tak banyak kalimat yang aku dapat, tapi aku merasa itu semua berharga untukku, dan terlebih lambat laun kamu mulai menjauhiku karna berasumsi salah terhadapku, dan suara suara kamu di malam itu lambat laun menghilang.. Kamu lebih suka hidup tanpa aku...

Ataukah perilaku ku yang hanya sekedar ingin merealisasikan keinginanmu, membuat kamu jengah? Aku hanya berusaha yang terbaik, dan ingin menciptakan moment berharga di masa awal hubungan sebelum banyak masalah masuk.
Namun hanya dengan 1 masalah kamu semudah itu menilaiku dengan rendah.. 

Aku merasa saat kemarin aku terjatuh, kamu membangunkan ku, namun kamu mendorong aku lagi.
Aku merasa aku hanyalah pariwara dalam hidupmu, dan bisa kau elak kapan saja.
Aku merasa aku tidak berarti untuk kamu, hingga kamu semudah itu melepas genggamanmu.

Lalu dari semua yang aku rasa, dan kamu perbuat, bagaimana cara aku bertahan melewati semua ini saat semua seolah "tak sengaja" terjadi. Namun apa bisa aku menghilangkan perasaan ku dengan kata "tak sengaja"?

Malam ini banyak kata menyedihkan yang aku ucapkan didepanmu, seolah aku lemah.
Iya sesuai dengan katamu, wanita itu lemah, makanya butuh disayang. Namun aku mencoba kuat dengan sisa sisa harapan ku, sesungguhnya aku benci untuk menjadi lemah, meneteskan air mata depan kamu yang mencoba pergi, aku benci menunjukan kelemahanku, dan untuk pertama kalinya aku tunjukan depan kamu.
Aku hanya....  Lelah, aku baru saja berusaha keras membangun sebuah rumah nyaman untuk kamu, lalu kamu memutuskan pergi meninggalkannya.

Dan kamu menyuruhku untuk runtuhkan lagi rumah yang susah payah aku bangun.

Kamu bilang aku butuh waktu.
Aku hanya butuh kamu.

Kamu bilang aku bisa.
Aku tak bisa.

Kamu bilang aku kuat.
Aku hanya bisa jawab dengan air mataku.

Yang aku dan kamu lalui ini, singkat, tapi, dalam. Aku masih ingat pertama kali bertemu kamu bisa menerima kekuranganku dari masalaluku, namun setelah kita berhubungan, kamu menilaiku begitu rendah.

Aku hanya butuh kesempatan untuk berpikir lagi,  sembari aku berusaha untuk bisa terbiasa tanpamu perlahan-lahan. Hingga entah kapan.
Namun biarlah,
Aku hanya ingin kamu saat ini
Aku hanya ingin kamu.

Share on:
  • ← Previous post
  • Next Post →
  • INSTAGRAM : PETUNIAINTAN.
  • Perangkai kata, dibalik lensa.
140x140

INTAN CHARISMA

penjagalaxy

Cari Aku!

Instagram: Petuniantan
Instagram Portfolio: jepretanintan & Photolicious.Jakarta

facebook.com/pettuniaintan

Twitter: IntnKD

Lineid: Intnkd

Snapchat: Pettuniantan

Path: IntanKharisma

Mail: pettuniaintan@yahoo.com
pettuniaintan@gmail.com


Facebook Twitter Gplus RSS
latest posts
latest comments

Search

Blog Archive

  • ►  2025 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  Oktober (3)
  • ►  2022 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2017 (10)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Februari (2)
    • ▼  Januari (4)
      • Besok Punyaku
      • Hadirmu?
      • Sakit Kepala
      • Aku Ingin Kamu
  • ►  2016 (27)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (9)

Popular Posts

  • Sudut yang Temaram
    Sudut gelap kamar itu adalah aku Yang panjang menjuntai kedepan, dan lebar kebelakang, ia ada ditengah, berdebu tebal, bersiku kokoh namun t...
  • Raya Ketiga Tanpa Mama
    Saya berdiri lagi, sendiri, menepi. Sebentar lagi raya ketiga, tanpa Mama. Hari ini mendung disertai hujan, saya lihat sekeliling, merasa ad...
  • Mas Nguber
    Kadang suka ngerasa gak sih, kita persiapin sesuatu, tapi kita suka lupa justru waktu yg kebuang buat persiapan bikin kita jadi keteteran? ...
  • Memo Kematian Diri
    Jelaga, ceria, aurora, mega, kelabu, biru. Kau ajari aku. Terbata aku mengeja Bagaimana kau tuntun aku membaca "Ini adalah warna.. ...
  • Pembunuh Senin
    Ini cerita tentang wanita yang ingin membunuh senin. Aku tau betul wajahnya yang selalu terlihat muram. Ia berkata ia juga tau betul banya...
  • Ber
    September Oktober November Desember Ber. Belasan bahkan puluhan tahun yang lalu, mereka menandai bulan-bulan Ber, dengan langit teduh, ...
  • 24 Mei 2023
    Saya merasa saat orang lain dengan sadar dan sengaja menyakiti saya, umumnya mereka enggan mengucap maaf yang tulus. Tiada gestur menyesal, ...
  • Tentang Kampus Tercinta
    Kampus Tercinta. Kampus kecil di Jakarta Selatan tepatnya di Lenteng Agung. Gue mulai kisah awal gue disini. Tepat September 2014 gue mula...
  • Besok Punyaku
    Matahari pagi membawa lagi namamu Tak ada air mata keluar, lambat laun kenyataan telah menyadarkanku, sesungguhnya hingga hari ini aku dapa...

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Your Charisma

Ketika Kata Mampu Meredakan Rasa

  • Home
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates