Malam yang sesungguhnya sepi lambat laun terasa semakin ramai, karna kamu memenuhi kepalaku.
Ada 1 rasa syukur ketika kamu memutuskan pergi, terkuak 1 rahasia dalam tubuh ini yang terbongkar, dan entah apa jadinya bila kamu tak meninggalkan aku, dan aku tak akan pernah mengetahui rahasia ini.
Tapi malam ini, benar-benar ada perasaan teduh yang terasa, tidak seperti kemarin, aku selalu dibuat sesak nafas, sesenggukan menangis, dan mendapati mataku bengkak dipaginya, tersiksa menahan betapa aku rindu kamu.
Perasaan malam ini berbeda, aku merasa... Dekat denganmu... Padahal sama sekali tidak.
Aku merasa, teduh, seperti ada kamu disisiku, padahal mungkin sama sekali kamu tidak memikirkanku. Kepalaku penuh dengan dirimu, dan hebatnya tidak ada air mata setetespun turun, seolah kamu menahannya, menahan jatuhnya air mata itu, seperti yang kamu lakukan di waktu terakhir kita bertemu.
Entah aku merasa ada hadirmu, padahal dirimu sama sekali tidak ada disini, atau dimanapun dihidupku, karna mungkin kamu sudah memutuskan menjauhi kehidupanku, dan berbahagia dengan kehidupanmu sendiri.
Dapatkah kamu menjawab, mengapa aku merasa seperti ini sekarang, aku benar benar merasa kamu berada disisiku, memegang tanganku.
Apa karna.... Aku begitu merindukanmu..
Ternyata butuh waktu sebentar untuk melayang, butuh waktu sebentar untuk terjatuh, namun butuh waktu yang lama untuk bangkit setelahnya..
Seburuk apapun aku telah menilaimu, sekuat apapun aku mencoba membencimu, yang aku dapatkan hanyalah rasa rindu yang makin menggila.
Aku ingin bertemu kamu. Ingin bertemu, "sayangku, sayangku yang dari tak seberapa menjadi berharga".
Sesungguhnya 3 hari ini aku sudah berniat untuk tidak menutup diriku, aku mencoba pergi dengan seseorang baik-baik, dia pun memperlakukanku baik-baik, kami bertemu dan berbicara baik-baik, bahwa aku masih menyayangi kamu.. Aku tak bisa lagi membohongi diriku, apalagi orang lain, aku sungguh rindu kamu.
Kamu sudah jadi obatku lagi, menyemangatiku lagi, menjadi kekuatanku lagi.. Namun ketika aku menulis ini, di detik ini, aku sadar, bahwa,
Aku berhalusinasi.
Peluk aku, disini dingin.
Dan genggam tanganku, agar aku kuat lagi.
Aku rindu kamu.
0 komentar