Matahari sudah sampai di atas kepala, aku masih belum beranjak bangun meski aku sudah membuka mata sejak pukul 9.
Kepalaku seakan berputar, dan mataku sakit, sebelum dan setelah tidur aku menguras kembali air mataku.
Nafasku terderu panas, aku lemas, dan sekali lagi air mata yang keluar ini membuat kepalaku sakit.
Aku bingung aku kenapa, tidak biasanya menangis hingga seperti ini.
Aku masih bingung dengan apa yang terjadi padaku.
Aku bingung, yang kemarin aku lalui itu, mimpi atau bukan, yang pasti buruk sekali.
Saat aku ditelpon seorang teman yang menanyakan keadaanku, jawab dirinya "begitu, kalo cinta gak cuma pake hati, tubuh jadi ikut kehilangan vitaminnya, makanya sudah kubilang, jangan mudah percaya"
Sejak kapan aku jadi orang yang mudah percaya, sejak aku mengenalnya.
Dulu aku tidak begini.
Dan ketika aku jatuh, aku hanya menyesali perbuatanku, atas kepercayaan diriku, yang ternyata seribu persen salah.
Aku dan tubuhku kaget menerimanya. Aku bahkan tidak ingat lagi bagaimana cara berselera makan. Sungguh ini menyiksa.
Ada juga yang berpendapat "puas puasin sedih sekarang, tapi besok jangan lagi"
Bagaimana bisa?
Yang aku tau, saat ini kepalaku berputar.
Nyaris butuh waktu lama untuk jempolku mengetik ini dengan satu tangan.
Dan seakan kesakitan ini menandakan betapa berat memikirkan mu, hingga kepalaku rasanya terlalu berat untuk di paksa bangun.
Aku berlebihan?
Iya.
Akupun kaget.
Aku butuh obatku, obatku yang pernah aku ceritakan sebelumnya,
Aku butuh kamu.
0 komentar